Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI ke PT Muliaglass Perkuat Pemahaman Material Bangunan

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI ke PT MuliaglassStudi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI dilaksanakan melalui kunjungan industri ke PT Muliaglass pada Jumat, 29 November 2024. Kegiatan akademik ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) guna memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap material bangunan serta aplikasinya dalam praktik perancangan arsitektur. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pembimbing, Jerrino Soedarno, MEP.Arch.

Melalui kegiatan studi ekskursi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis yang selama ini dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan industri manufaktur material bangunan. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan ini sejalan dengan penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran nyata, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Informasi mengenai kegiatan akademik dan kurikulum dapat diakses melalui laman resmi https://ars.iti.ac.id/

Dalam pendidikan arsitektur, pemahaman terhadap material bangunan merupakan kompetensi dasar yang sangat penting. Material tidak hanya berperan sebagai elemen konstruksi, tetapi juga memengaruhi kualitas ruang, estetika bangunan, efisiensi energi, serta keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, studi ekskursi mahasiswa arsitektur ITI dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menjembatani teori dan praktik.

Melalui kunjungan ke PT Muliaglass, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung berbagai jenis material yang umum digunakan dalam dunia arsitektur modern, khususnya float glass, glassblock, dan keramik. Material-material tersebut memiliki peran strategis dalam desain fasad, pencahayaan alami, serta pembentukan karakter visual bangunan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diajak untuk menyaksikan secara langsung tahapan proses produksi material bangunan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses manufaktur, hingga produk akhir siap digunakan. Penjelasan yang disampaikan oleh pihak industri memberikan gambaran komprehensif mengenai standar kualitas, teknologi produksi, serta sistem pengendalian mutu yang diterapkan.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai aspek keselamatan kerja dan efisiensi produksi dalam industri material bangunan. Interaksi langsung dengan tenaga profesional di PT Muliaglass memungkinkan mahasiswa memahami tantangan nyata yang dihadapi industri, sekaligus melihat bagaimana inovasi teknologi diterapkan untuk menjaga kualitas produk.

Profil perusahaan dan informasi produk PT Muliaglass dapat diakses melalui
https://www.muliaglass.com/

Kegiatan studi ekskursi mahasiswa arsitektur ITI memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di studio perancangan. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik material memungkinkan mahasiswa menghasilkan desain yang lebih realistis, aplikatif, dan sesuai dengan standar industri.

Menurut dosen pendamping, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dalam mengembangkan karya arsitektur. “Semoga kunjungan ini dapat membuka cakrawala dan memberi dimensi baru bagi mahasiswa dalam tugas studio dan nantinya dalam berkarya sebagai profesi arsitek,” ujar Jerrino Soedarno, MEP.Arch.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dilatih untuk berpikir kritis dalam memilih material yang sesuai dengan konsep desain, konteks lingkungan, serta kebutuhan pengguna bangunan.

Studi ekskursi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana keputusan desain arsitektur harus mempertimbangkan ketersediaan material, metode produksi, efisiensi biaya, serta keberlanjutan.

Pengalaman belajar di lingkungan industri membantu mahasiswa memahami bahwa peran arsitek tidak hanya terbatas pada aspek desain, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap proses produksi material dan kolaborasi lintas disiplin dengan pelaku industri konstruksi.

Kegiatan ini mendukung capaian pembelajaran lulusan yang ditetapkan oleh Institut Teknologi Indonesia.

Melalui studi ekskursi, mahasiswa mengembangkan kemampuan observasi, analisis material, komunikasi profesional, serta pemahaman kontekstual yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja. Pengalaman ini juga memperkuat kesiapan mahasiswa untuk beradaptasi dengan dinamika industri arsitektur dan konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan industri. Studi ekskursi ke PT Muliaglass merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta daya saing lulusan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa dan mendorong lahirnya arsitek muda yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada kualitas serta keberlanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Translate »