Eksplorasi Struktur Organik: Kuliah Lapangan Arsitektur ITI di RM Jati & Gubug Berkah

Eksplorasi Struktur Organik: Kuliah Lapangan Arsitektur ITI di RM Jati & Gubug Berkah

TANGERANG SELATAN – Memahami kompleksitas kinerja struktur bangunan tidak selamanya harus dilakukan di depan layar monitor atau di dalam ruang kelas yang kaku. Mahasiswa Arsitektur ITI baru saja membuktikan hal tersebut melalui kegiatan kuliah lapangan yang inspiratif di kawasan BSD, Tangerang Selatan.

Berfokus pada mata kuliah Teknologi Bangunan, para mahasiswa melakukan observasi mendalam terhadap penggunaan material alami bambu dan kayu di dua lokasi ikonik: RM Jati dan Gubug Berkah. Kegiatan ini bertujuan untuk membedah penerapan arsitektur organik yang menggabungkan kekuatan struktur dengan estetika tradisional yang berkelanjutan.

Pentingnya Pembelajaran Struktur Material Alami

Di era konstruksi modern yang didominasi oleh beton dan baja, pemahaman terhadap Sustainable Building Materials (material bangunan berkelanjutan) seperti bambu dan kayu menjadi sangat krusial. Material alami memiliki karakter yang unik karena sifatnya yang anisotropik, artinya kekuatan material bergantung pada arah seratnya. Hal ini menuntut pemahaman yang berbeda terkait sistem pembebanan, elastisitas, dan ketahanan terhadap iklim tropis yang lembap.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya melihat bangunan sebagai objek visual, tetapi sebagai sistem mekanis yang hidup. RM Jati, dengan dominasi struktur kayu jati yang masif, menjadi laboratorium nyata untuk mempelajari sistem konstruksi pasak dan kekuatan serat kayu dalam menahan beban tekan serta tarik. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana dimensi kolom kayu jati yang besar mampu menciptakan bentang ruang yang luas tanpa perlu banyak sekat.

Membedah Tektonika di Gubug Berkah

Lokasi kedua, Gubug Berkah, memberikan perspektif berbeda melalui penggunaan material bambu sebagai elemen struktural utama. Arsitektur bambu sering kali dianggap sebagai material “kelas bawah”, namun secara teknis bambu memiliki kekuatan tarik yang setara dengan baja jika diperlakukan dengan benar. Kompleksitas tertinggi pada arsitektur bambu terletak pada bagian sambungan (joint).

Mahasiswa melakukan dokumentasi sketsa untuk membedah aspek-aspek berikut:

  1. Sistem Sambungan (Joinery): Bagaimana batang-batang bambu yang berbentuk silinder diikat menggunakan tali ijuk, atau disambung menggunakan baut dan pasak untuk mendistribusikan beban secara merata ke seluruh struktur.

  2. Kinerja Struktur Atap: Mempelajari rangka atap bentang lebar yang tetap ringan namun kokoh menggunakan pola susunan bambu yang saling mengunci.

  3. Detail Perlindungan Material: Mengamati bagaimana desain “teritisan” yang lebar melindungi bambu dari paparan langsung sinar matahari dan air hujan guna memperpanjang usia pakai bangunan.

  4. Estetika Spasial: Bagaimana material alami menciptakan atmosfer ruang yang sejuk dan menyatu dengan alam, sebuah prinsip utama dalam Vernacular Architecture.

Sketsa Tangan sebagai Alat Analisis Arsitektural

Meskipun teknologi digital seperti BIM dan CAD berkembang pesat, kemampuan sketsa tangan tetap menjadi alat analisis yang tak tergantikan dalam pendidikan arsitektur. Melalui sketsa, mata dan tangan dipaksa untuk bekerja sama mengamati detail secara lebih lambat dan mendalam dibandingkan sekadar memotret dengan kamera ponsel.

Antusiasme terlihat jelas saat para mahasiswa asyik mendokumentasikan proporsi bangunan dan detail sambungan secara presisi di buku sketsa mereka. Pengalaman taktil ini menyentuh tekstur kasar kayu jati, merasakan dinginnya batang bambu, dan melihat langsung bagaimana cahaya matahari menerobos celah-celah atap memberikan pemahaman intuitif yang tidak bisa didapatkan dari simulasi komputer manapun. Laboratorium terbaik bagi seorang calon arsitek adalah bangunan yang “bernapas” dan berinteraksi langsung dengan lingkungannya secara organik.

Hilirisasi Ilmu Bangunan ke Dunia Praktis

Kegiatan kuliah lapangan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia dalam mencetak lulusan yang tidak hanya ahli dalam teori perancangan, tetapi juga tanggap terhadap implementasi praktis di lapangan. Dengan mempelajari teknologi bangunan sederhana di lokasi komersial yang sukses seperti RM Jati dan Gubug Berkah, mahasiswa juga belajar mengenai aspek fungsionalitas, pemeliharaan (maintenance), dan kenyamanan pengunjung.

Implementasi teknologi bangunan yang tepat guna akan menghasilkan ruang yang efisien secara energi dan ramah lingkungan. Diharapkan, pengalaman lapangan ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam merancang karya arsitektur masa depan yang lebih manusiawi, kontekstual, dan berkelanjutan.

Bedah Sistem Struktur Bentang Lebar, Mahasiswa Gelar Kuliah Lapangan di Taman Burung TMII

Bedah Sistem Struktur Bentang Lebar, Mahasiswa Gelar Kuliah Lapangan di Taman Burung TMII

JAKARTA – Teori di dalam kelas kini diwujudkan dalam bentuk observasi nyata. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Teknologi Bangunan Bentang Lebar melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian inti dari pengerjaan Tugas Besar yang menguji pemahaman mahasiswa terhadap kompleksitas bangunan skala luas.

Selama perkuliahan, para mahasiswa telah mempelajari berbagai prinsip perancangan, sistem pembebanan, serta komponen-komponen penyusun struktur bentang lebar sebagai elemen mandiri (structural members). Namun, untuk memahami bagaimana seluruh elemen tersebut bekerja bersama sebagai satu kesatuan sistem (structural system), diperlukan pengamatan langsung secara praktikal.

Merekonstruksi Struktur Ikonik Taman Burung

Pada Semester Ganjil tahun ajaran 2023–2024 ini, dosen pengampu menetapkan Taman Burung TMII sebagai objek studi utama. Kubah-kubah raksasa di Taman Burung TMII dinilai sebagai contoh sempurna dari penerapan teknologi bangunan bentang lebar yang fungsional dan estetis.

Tugas akhir dari rangkaian kuliah lapangan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah proyek rekonstruksi bangunan. Secara berkelompok, mahasiswa ditantang untuk membedah dan menyusun kembali data teknis bangunan tersebut yang mencakup:

1. Konsep rancangan dan informasi umum proyek.

2. Ranah kinerja bangunan (building performance).

3. Sistem struktur bawah (fondasi dan struktur penopang bawah).

4. Sistem struktur atas (rangka utama bentang lebar).

5. Sambungan (detail joint antar material).

6. Selubung (material penutup atap atau fasad).

Pembagian Tugas Tim yang Sistematis

Agar pengumpulan data di lapangan berjalan efektif, setiap kelompok membagi anggotanya ke dalam tiga peran strategis:

• Bertugas mengumpulkan data visual dan dimensi untuk dianalisis dan direkonstruksi menjadi gambar rancangan 3D bangunan.

• Fokus pada penggalian informasi umum proyek serta membedah konsep rancangan arsitektur dan strukturnya.

• Bertanggung jawab penuh dalam mengumpulkan dan menganalisis data kinerja bangunan saat dioperasikan.

Melalui pembagian tugas ini, mahasiswa arsitektur ITI diharapkan tidak hanya mampu menyerap ilmu secara individu, tetapi juga melatih kemampuan kerja sama tim (teamwork) yang sangat krusial di dunia kerja profesional arsitektur dan teknik sipil nantinya.

Diharapkan, hasil dari kuliah lapangan dan pengerjaan tugas besar ini dapat melahirkan pemahaman yang komprehensif bagi mahasiswa dalam merancang bangunan bentang lebar secara mandiri di masa depan. Hasil dari pembelajaran ini dapat dilihat melalui kanal Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=RSiI7bolhc8&list=PLPxNzFtidWkaxHtJw4WSbJUPtSplL2kV-

Edukasi Arsitektur Melayu Bangka Lewat Inovasi Wooden Puzzle 3D di Expo Inovasi 2024

Edukasi Arsitektur Melayu Bangka Lewat Inovasi Wooden Puzzle 3D di Expo Inovasi 2024

TANGERANG SELATAN – Pelestarian budaya lokal kini hadir dalam bentuk yang lebih interaktif, edukatif, dan modern. Dalam gelaran Expo Inovasi 2024 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sebuah produk Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa wooden puzzle 3D arsitektur Rumah Panggung Melayu Bangka berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung.

Kegiatan pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Desember 2024, bertempat di lokasi strategis Bintaro Jaya Xchange (BXC). Produk inovatif ini merupakan hasil rancangan, riset, dan komersialisasi dari tim yang dipimpin oleh Ibu Intan Findanavy Ridzqo, S.T., M.Ars., dosen dari program studi Arsitektur ITI, yang berfokus pada pengenalan kekayaan arsitektur Nusantara melalui media permainan edukatif.

Menjembatani Teori Arsitektur dan Permainan Interaktif

Arsitektur seringkali dianggap sebagai bidang yang berat dan teknis. Namun, melalui proyek ini, kompleksitas Vernacular Architecture (Arsitektur Vernakular) disederhanakan tanpa mengurangi nilai keilmiahannya. Wooden puzzle 3D ini bukan sekadar mainan, melainkan media “Bermain Tektonika”.

Konsep tektonika dalam arsitektur merujuk pada seni menyambung material hingga menjadi struktur yang kokoh. Dengan menyusun kepingan puzzle ini, masyarakat diajak memahami bagaimana Rumah Panggung Melayu berdiri mulai dari sistem fondasi, tiang penopang, hingga detail atap pelana yang khas.

Magnet Pengunjung di Bintaro Jaya Xchange

Berbeda dengan stan pameran pada umumnya yang bersifat statis atau hanya menampilkan poster, stan produk wooden puzzle ini menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk bermain langsung di lokasi. Strategi “hands-on experience” ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung mal, khususnya segmen keluarga yang membawa anak-anak.

“Kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat. Dengan merakit sendiri, pengunjung bisa memahami struktur dan keunikan arsitektur rumah panggung Melayu Bangka secara mendalam,” ujar perwakilan tim di lokasi pameran.

Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi saat mereka mencoba menyusun kepingan kayu hingga membentuk miniatur bangunan yang presisi. Hal ini membuktikan bahwa produk teknologi tepat guna ini mampu menjadi media belajar yang menyenangkan bagi generasi muda, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Bangka di tengah modernitas kota Tangerang Selatan.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Komunikasi Publik

Kesuksesan pameran ini juga tidak lepas dari peran aktif para mahasiswa yang dilibatkan dalam manajemen operasional stan. Mahasiswa tidak hanya bertugas menyapa pengunjung, tetapi juga berperan sebagai fasilitator edukasi. Mereka memberikan penjelasan mengenai:

  1. Nilai Sejarah: Mengapa rumah di Bangka berbentuk panggung untuk menghindari pasang air laut atau gangguan hewan liar.

  2. Filosofi Ruang: Pembagian ruang pada rumah tradisional yang mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat Melayu.

  3. Detail Konstruksi: Cara kerja sambungan kayu tanpa paku yang menjadi ciri khas arsitektur Nusantara.

Keterlibatan mahasiswa ini terbukti efektif dalam membangun suasana stan yang dinamis dan informatif. Dampaknya sangat nyata; selama tiga hari pameran, produk wooden puzzle 3D ini mencatatkan angka penjualan yang signifikan, melampaui target awal tim.

Hilirisasi Riset dan Misi Pelestarian Budaya

Rumah panggung Melayu Bangka yang menjadi inspirasi utama produk ini dikenal memiliki karakteristik arsitektur yang sangat adaptif terhadap lingkungan tropis. Melalui produk puzzle 3D ini, Ibu Intan Findanavy Ridzqo dan tim berharap nilai-nilai arsitektur tradisional tersebut dapat terus diingat dan dipelajari oleh masyarakat luas, meski dalam format yang modern dan komersial.

Expo Inovasi 2024 sendiri merupakan ajang tahunan yang krusial bagi Pemkot Tangerang Selatan. Acara ini bertujuan memamerkan berbagai temuan dan kreativitas warganya, sekaligus mendorong hilirisasi riset. Artinya, hasil pemikiran dari bangku perkuliahan tidak hanya berakhir sebagai laporan di perpustakaan, tetapi menjelma menjadi produk nyata yang dapat dinikmati dan dibeli langsung oleh masyarakat.

Dengan adanya inovasi seperti wooden puzzle 3D ini, kita melihat masa depan pelestarian budaya yang lebih cerah. Arsitektur tradisional tidak lagi hanya ditemukan di museum, tetapi hadir di ruang keluarga melalui permainan yang mengasah kreativitas dan kecintaan terhadap tanah air.

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

TANGERANG SELATAN – Dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan kampus merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme calon arsitek. Pada 5 Februari 2026, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) [tautan mencurigakan telah dihapus] melaksanakan rapat program kerja bersama pembina himpunan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dan pemantapan agenda kegiatan kemahasiswaan pada periode kepengurusan berjalan.

Rapat koordinasi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara pengurus HMA dan pembina himpunan. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan setiap agenda yang dijalankan memiliki dampak yang terukur bagi pengembangan diri mahasiswa dan nama baik institusi.

Fokus Utama: Akademik, Soft Skills, dan Pengabdian

Dalam suasana yang dialogis dan konstruktif, pengurus HMA memaparkan rancangan kegiatan yang mencakup berbagai aspek fundamental dalam Architecture Education. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Penguatan Akademik: Penyelenggaraan workshop perangkat lunak arsitektur, diskusi bedah karya, dan pelatihan sketsa lapangan yang menunjang kurikulum utama.

  2. Pengembangan Minat dan Bakat: Fasilitasi bagi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi arsitektur nasional maupun internasional, serta pameran karya rutin.

  3. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM): Implementasi ilmu arsitektur dalam membantu permasalahan lingkungan sekitar, sejalan dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  4. Karakter dan Kepemimpinan: Pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan guna mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja profesional.

Pembina himpunan dalam arahannya menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Program kerja yang disusun tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus memiliki nilai keberlanjutan (sustainability) agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lintas generasi mahasiswa.

Pentingnya Manajemen Organisasi bagi Calon Arsitek

Mengapa manajemen organisasi sangat penting bagi mahasiswa arsitektur? Di dunia profesional, seorang arsitek tidak hanya dituntut mahir dalam mendesain, tetapi juga harus memiliki kemampuan Project Management yang baik, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim yang solid.

Melalui himpunan mahasiswa, calon arsitek belajar bagaimana mengelola sumber daya, mengatur waktu di antara kesibukan studio, serta bernegosiasi dengan berbagai pihak. Pengalaman inilah yang nantinya menjadi nilai tambah (value-added) saat mereka memasuki industri jasa konstruksi dan perancangan.

Adaptabilitas dan Kolaborasi di Era Digital

Rapat ini juga menyoroti pentingnya sifat adaptif dalam berorganisasi. HMA ITI berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam setiap publikasi dan pelaksanaan program kerjanya. Kolaborasi dengan pihak eksternal, baik itu ikatan alumni maupun asosiasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), menjadi salah satu poin evaluasi yang diberikan oleh pembina.

Sinergi antara mahasiswa dan pembina memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berada pada koridor akademik yang tepat. “Setiap program kerja harus mampu menjadi wadah pembelajaran organisasi yang meningkatkan kapasitas mahasiswa secara komprehensif”.

Membangun Atmosfer Akademik yang Positif

Kegiatan rapat program kerja ini menegaskan komitmen Arsitektur ITI untuk terus berperan aktif sebagai organisasi kemahasiswaan yang bertanggung jawab. Dengan atmosfer akademik yang positif, mahasiswa akan lebih termotivasi untuk berprestasi dan berinovasi.

Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus HMA ITI menyepakati poin-poin perbaikan yang diberikan. Langkah selanjutnya adalah implementasi nyata dari agenda yang telah disahkan, dengan harapan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu arsitektur dan kemajuan lingkungan kampus Institut Teknologi Indonesia.

Dua Karya Mahasiswa Arsitektur ITI Lolos AFAIR UI 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI, AFAIR UI 2026, Architecture Fair Universitas Indonesia, pameran arsitektur mahasiswa, Studio Perancangan Arsitektur ITIDua karya mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) berhasil lolos kurasi dan terpilih untuk dipamerkan dalam Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2026, sebuah pameran karya mahasiswa arsitektur tingkat nasional yang diselenggarakan pada 20–26 Januari 2026 di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta.

Karya Mahasiswa Arsitektur ITI yang Dipamerkan

Karya yang lolos kurasi pada AFAIR UI 2026 terdiri atas Desain Formula 1 Pit Building karya Mohammad Zaky Zidan dan Re-desain Atang Sendjaja Domestic Airport karya Hasbi Fadillah. Kedua proyek tersebut merupakan hasil pembelajaran dalam mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5 pada Program Studi Arsitektur ITI.

Studio Perancangan Arsitektur 5 dirancang untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan gagasan desain yang kontekstual, berbasis riset, dan bertanggung jawab, baik dari sisi fungsi, struktur, maupun dampak sosial dan lingkungan.

Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2026 diselenggarakan oleh mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia sebagai bentuk refleksi atas kegelisahan dunia pendidikan arsitektur terhadap derasnya arus informasi instan dan pendekatan desain yang semakin dangkal.

Melalui pameran ini, mahasiswa didorong untuk kembali mengedepankan pemikiran desain yang mendalam, berbasis pengetahuan, dan peka terhadap konteks sosial, sekaligus mampu merespons tantangan arsitektur kontemporer.

Pameran karya mahasiswa arsitektur se-Indonesia ini menunjukkan bahwa desain arsitektur tetap relevan ketika dikaitkan dengan berbagai isu strategis, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta lingkungan.

Nilai-nilai tersebut tercermin secara nyata dalam konsep, pendekatan ruang, dan narasi desain yang dihadirkan oleh para peserta, termasuk karya mahasiswa Arsitektur ITI.

Keikutsertaan mahasiswa Arsitektur ITI dalam AFAIR UI 2026 menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Arsitektur ITI dalam menjaga kualitas pembelajaran studio perancangan yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Partisipasi ini juga membuka ruang jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisi ITI dalam pengembangan pendidikan arsitektur di Indonesia.

Karya mahasiswa Arsitektur ITI berupa desain Formula 1 Pit Building yang dipamerkan pada AFAIR UI 2026

1 2 3 5
Translate »