Selamat dan Sukses kepada Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti ITI atas diraihnya Hibah PPK Ormawa 2024

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti Institut Teknologi Indonesia mendapatkan bantuan hibah  Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada program Kemendikbud Ristek 2024 dengan judul “Pengoptimalan Konsep Smart Farming Bagi Petani Ikan Bojong Indah, Parung, Bogor, Jawa Barat.”  dengan besaran dana  hibah senilai Rp. 34,000,000,- . Implementasi program ini akan dimulai pada bulan Juli hingga bulan November 2024.

(PPK Ormawa) merupakan program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas Ormawa agar mampu menjadi Organisasi Kemahasiswaan yang kompeten, modern, berkarakter dan cinta tanah air.

Dengan adanya bantuan PPK Ormawa ini diharapkan dapat membantu masyarakat dengan profesi petani ikan Desa Bojong Indah untuk bisa mengoptimalkan smart farming di desa tujuan. 

Peserta PPK Ormawa terdiri dari 15 mahasiswa prodi arsitektur dari angkatan 2021 dan 2022. Kegiatan ini menunjang capaian IKU Universitas karena mahasiswa melakukan kegiatan diluar kampus dan dapat dikonversikan menjadi kegiatan MBKM pada semester Ganjil 2024/2025 mendatang.

KEGIATAN MAHASISWA ARSITEKTUR INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA DALAM KEGIATAN INTERNATIONAL SHORT COURSE PROGRAM 2024

Ahmad Deryant Permana Sujito, (1222100012) mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Indonesia, mengikuti Internasional Short Course Program 2024 dengan tema “Pembangunan Kembali Permukiman Perkotaan Dalam Menghadapi Perubahan Iklim”. Kegiatan ini dilakukan selama 2 pekan, pada tanggal 19 Mei – 04 Juni 2024.

Short Course merupakan program kolaborasi antara, Universitas Amikom Yogyakarta dan University Of Baguio Filipina yang di sponsori oleh Institut Teknologi Nasional Yogyakarta dan Institut Teknologi Nasional Indonesia. Dengan menyertakan 26 peserta yang terdiri dari: 9 mahasiswa dari University Of Baguio, 14 mahasiswa dari Universitas Amikom, 2 mahasiswa dari Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, dan 1 mahasiswa dari Institut Teknologi Indonesia. Program Internasional Short Course melibatkan beberapa bidang Program Studi yang terdiri dari: bidang Arsitektur, bidang Perencanaan Wilayah dan bidang Geografi.

Program Internasional Short Course dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia, program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam merancang dan membangun permukiman perkotaan yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Selain itu, Program ini juga bertujuan untuk mengembangkan strategi yang mengintegrasikan adaptasi, mitigasi, dan keberlanjutan iklim. 

Selama Short Course ini berlangsung mahasiswa mendapatkan begitu banyak pengalaman yang sangat berkesan, dengan bertukar pikiran dan memahami sudut pandang orang lain dalam mengatasi isu-isu yang dibahas selama Short Course ini berlangsung, bertemu dengan rekan-rekan dengan latar belakang yang berbeda menghasilkan cara berpikir yang baru. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama acara  Short Course seperti Masterclass, wisata budaya, workshop, pameran, presentasi akhir, dan talk show.

Kegiatan dimulai pada hari pertama dengan orientasi pada 19 Mei 2024, di Waroeng Nyamleng, Yogyakarta.

 

Pada kegiatan orientasi ini Ahmad Deryant dan peserta lain diharapkan dapat mengenal satu sama lain melalui perkenalan diri dan mengikuti beberapa kuis serta games yang mengharuskan setiap peserta bekerja sama, ini bertujuan untuk membangun kemistri satu sama lain dan awal pembukaan kegiatan Short Course.

Kegiatan dibuka dengan Welcoming and Public Lecture pada 20 Mei 2024, di ruang Cinema kampus Amikom Yogyakarta.

Pada kegiatan hari kedua ini tidak hanya dihadiri oleh peserta Short Course tetapi juga dihadiri oleh seluruh mahasiswa dari fakultas sains dan teknologi Universitas Amikom Yogyakarta, seluruhnya mengikuti Opening ceremony dan penyerahan plakat yang di berikan kepada perwakilan masing-masing perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan Short Course ini salah satunya adalah Ahmad Deryant mahasiswa dari Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia.

Masterclass pada kegiatan Short Course yang diikuti oleh Ahmad Deryant ini menyajikan materi-materi yang berhubungan dengan berbagai program studi, sesi pembelajaran yang melibatkan para ahli di bidang Geografi, Arsitektur, dan Perencanaan Wilayah untuk memberikan wawasan mendalam tentang isu-isu iklim dan desain perkotaan, Masterclass dilakukan setiap hari dengan berbagai judul materi yang berbeda, seperti: Introduction to Indonesia’s Disaster, Community Based Neighborhood Participatory Planning, Introduction to Kampong Development in Indonesia, Participatory Mapping in Informal Settlement, Introduction ENVIMET Software. Dalam kegiatan Masterclass Ahmad Deryant dan peserta lain diharuskan untuk menyelesaikan beberapa tugas secara kelompok dan memaparkan hasil diskusi atau pekerjaan melalui presentasi .

Cultural Excursion juga menjadi salah satu agenda yang diikuti Ahmad Deryant pada kegiatan Short Course ini Cultural Excursion dilakukan pada tanggal 25 dan 29 Juni 2024, Ahmad Deryant dan peserta dari Indonesia dan Filipina melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang memiliki nilai-nilai budaya dan nilai-nilai historical yang berada di kota Yogyakarta, seperti: Sonobudoyo Museum, Sultan Palace (Keraton), Kaliurang, Prambanan Temple, dalam kegiatan ini Deryant dan peserta lain mempelajari kulturisasi dan sejarah di tanah jawa khususnya daerah Yogyakarta dan Solo, mengunjungi beberapa tempat tersebut perlu dilakukan karena akan menambah wawasan dan ilmu yang  dapat digunakan dalam project yang nantinya akan dilakukan oleh Deryant dan peserta lain dalam BIG PROJECT.

Menurut Deryant Village Visit yang dilakukan pada tanggal 23 dan 24 Juni 2024, menjadi core dari kegiatan Short Course sesuai dengan tajuk kegiatan Short Course adalah “Redevelopment Urban Settlement in Facing Climate Change” atau yang biasa Deryant dan peserta lain sebut sebagai BIG PROJECT dimana Deryant dan peserta lain dibagi menjadi 6 kelompok yang tersebar di 3 desa berbeda guna menganalisa dan me-revitalisasi masalah dan kekurangan yang ada di desa masing-masing, desa yang menjadi latar BIG PROJECT adalah desa Notoyudan, desa Sudagaran, dan desa Sorowajan, dalam kegiatan ini Deryant dan peserta lain bekerja sama dan didampingi dengan Komunitas Kalijawi dan Arkom.

Dalam BIG PROJECT Deryant menjadi anggota dari kelompok 1 yang terdiri dari 5 orang yang dimana terdapat 3 mahasiswa dari Indonesia dan 2 mahasiswa dari Filipina yang ditempatkan di desa Notoyudan bersama dengan kelompok 6. Selama berada di desa Notoyudan Deryant dan tim menganalisa dan mengumpulkan data seperti kekurangan dan keluhan dari warga yang tinggal di desa Notoyudan dengan melakukan pengamatan dan juga wawancara, hasil dari pengumpulan data kemudian diolah oleh Deryant dan kelompok untuk me-Revitalisi dan mengatasi masalah yang ada, seperti: Mengusulkan pembuatan Bank sampah untuk permasalahan sampah, pembuatan parkir vertikal untuk mengatasi masalah lahan parkir, penyuluhan terhadap masyarakat yang tinggal di desa Notoyudan terkait taman vertikal, sirkulkasi kendaraan di desa Notoyudan, dsb.

Pada tanggal 1 Juni 2024, Exhibition dilakukan di PDIN (Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta) pada akhir kegiatan Short Course, Deryant dan kelompok melakukan Presentasi di depan juri dan kelompok lain, dengan menampilkan hasil dari project yang dilakukan berupa poster, 3d maket, dan juga materi presentasi, dengan hasil akhir Deryant dan kelompok menjadi Finalist Team dalam kegiatan Exhibition ini.

Menurut Ahmad Deryant kesimpulan dari kegiatan ini adalah kepedulian kita sebagai warga dan mahasiswa Indonesia terhadap sekitar sangatlah penting, karena menjaga kebudayaan yang ada itu perlu dilakukan untuk keberlangsungan hidup generasi selanjutnya di negri ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga terhadap sejarah dan budaya yang ada di Indonesia karena kekayaan budaya yang kita miliki masih menjadi harta yang sangat berharga. Berkolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Baguio Filipina menjadi kesan yang sangat membekas bagi Deryant, dimana kegiatan ini membuka sudut pandang dan cara berpikir yang baru bagi Deryant dalam menghadapi dan mengerjakan sesuatu, juga memperluas relasi hingga ke manca negara.  

 


Ditulis oleh:

Ahmad Deryant Permana Sujito (NIM: 1222100012)

Mahasiswa Prodi S1 Arsitektur Institut Teknologi Indonesia Angkatan 2021

Magang MBKM Prodi Arsitektur ITI Semester Genap 2023-2024

Dear mahasiswa Arsitektur ITI,

Telah dibuka program  yang berkolaborasi dengan beberapa mitra Industri. Teman teman bisa memperoleh konversi nilai sebanyak 20 SKS pada periode semster genap 2023/2024.

Bagi yang berminat mendaftar, silahkan melakukan pendaftaran di sekretariat prodi Arsitektur maksimal tanggal 16 Februari 2024.

 

Silakan unduh formulir berikut. Kemudian mahasiswa mengisi, lalu mengirimkan langsung ke Sekretariat Prodi Arsitektur ITI.

  1. Form Pendaftaran MBKM 2024
  2. Form Pernyataan MBKM 2024

Apa itu Desa Wisata?

Kami menyambut dengan hangat mahasiswa-mahasiswa yang ingin belajar dengan sivitas di Prodi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia.

Hari ini kami kedatangan mahasiswi Sheina dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang ingin belajar tentang proses terbentuknya wisata pada Desa Wisata Keranggan Tangerang Selatan yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi, salah satunya Institut Teknologi Indonesia.

Ia tertarik dengan penelitian-penelitian yang telah dituliskan oleh Ibu Refranisa, ST, MT tentang desa tersebut. Setelah itu, Bapak Ir. Rino Wicaksono, PhD memberikan banyak wawasan dan insight tentang desa wisata.

Terima kasih atas kedatangan Sheina! Sukses untuk skripsinya!

Translate »