
Mahasiswa Arsitektur ITI kembali menunjukkan kapasitas dan daya saing akademik di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Mohammad Zaky Zidan, berpartisipasi sebagai presenter pada kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 yang diselenggarakan pada 17 Januari 2026 secara daring melalui platform Zoom.
Keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum internasional ini merupakan wujud implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya dalam penguatan kemampuan komunikasi akademik, pemikiran kritis, serta penguasaan substansi keilmuan arsitektur dalam konteks global.
Presentasi Karya Arsitektur Berbasis Isu Perkotaan Global
Pada kesempatan tersebut, Mohammad Zaky Zidan mempresentasikan karya berjudul “Pit Buildings for Formula 1 Street Circuits”. Karya ini mengangkat gagasan perancangan fasilitas pit building pada sirkuit balap jalan raya Formula 1 dengan pendekatan desain yang fungsional, kontekstual, dan adaptif terhadap lingkungan perkotaan.
Konsep perancangan menitikberatkan pada integrasi antara kebutuhan teknis balap internasional dengan karakter kawasan urban, meliputi pengaturan sirkulasi, keselamatan pengguna, efisiensi ruang, serta dampak terhadap lingkungan sekitar. Karya tersebut mencerminkan kemampuan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam merespons isu desain kontemporer yang kompleks dan multidisipliner.
Kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 merupakan wujud nyata implementasi kerja sama akademik antara Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan City University Malaysia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang secara konsisten mendorong pertukaran gagasan, pengalaman akademik, serta jejaring internasional di bidang arsitektur dan desain interior.
Forum internasional ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, Pakistan, dan Brunei Darussalam. Keberagaman latar belakang peserta memperkaya diskusi dan perspektif terhadap isu-isu arsitektur global.
International Architecture & Interior Design Showcase 2026 menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, karya, dan pendekatan desain yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, seperti keberlanjutan lingkungan, konteks lokal, urban living, serta pengembangan kawasan perkotaan.
Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter mencerminkan capaian pembelajaran yang selaras dengan profil lulusan Program Studi Arsitektur ITI, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global.
Selain sebagai ajang presentasi karya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media pertukaran wawasan dan pengalaman antar mahasiswa serta akademisi lintas negara. Interaksi akademik lintas budaya yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat memperluas perspektif Mahasiswa Arsitektur ITI dalam menghadapi dinamika profesi arsitek di masa depan.
Jejaring internasional yang terbentuk melalui forum ini menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan karier profesional, kolaborasi riset, maupun peluang studi lanjut di tingkat global.
Melalui keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam International Architecture & Interior Design Showcase 2026, Institut Teknologi Indonesia (ITI) menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi global lulusan, serta pengembangan kerja sama internasional di bidang arsitektur dan lingkungan binaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran berbasis OBE yang berorientasi pada capaian nyata dan relevan dengan kebutuhan global, serta memperkuat posisi Program Studi Arsitektur ITI dalam kancah akademik internasional.
Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum ini menjadi indikator capaian pembelajaran berbasis OBE yang menekankan kompetensi global, komunikasi akademik, dan daya saing lulusan. Keterlibatan Mahasiswa Arsitektur ITI pada kegiatan internasional ini memperkuat posisi institusi dalam pengembangan pendidikan arsitektur berstandar global.

