JAKARTA – Program Studi Arsitektur ITI (Institut Teknologi Indonesia) secara resmi turut serta menghadiri rangkaian perhelatan nasional Indonesia Green Building Festival (IGBF) 2026. Acara tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) ini menjadi momentum krusial bagi civitas akademika dalam memperkuat komitmen terhadap pembangunan lingkungan binaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di tanah air.

Kehadiran jajaran akademisi dan mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum ini menegaskan posisi strategis perguruan tinggi sebagai pilar utama transformasi arsitektur berkelanjutan. Tidak hanya sekadar hadir, partisipasi aktif ini menjadi langkah nyata kampus dalam merespons tantangan perubahan iklim global melalui pendekatan desain bangunan yang efisien energi dan berwawasan lingkungan.

Komitmen Arsitektur ITI dalam Deklarasi Bulan Bangunan Hijau

Acara puncak pembukaan (Opening Ceremony) IGBF 2026 yang dilaksanakan pada 3 September 2026 menjadi penanda penting dimulainya Deklarasi Bulan Bangunan Hijau Indonesia. Peringatan yang digelar setiap bulan September ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan pemangku kepentingan akan pentingnya prinsip-prinsip arsitektur hijau.

Dalam forum nasional tersebut, para pemateri menyoroti pentingnya kolaborasi empat pemangku kepentingan utama (quadruple helix): pemerintah, pelaku industri, praktisi profesional, dan akademisi. Sinergi ini dibutuhkan untuk mengubah konsep bangunan hijau dari sekadar wacana teoritis di ruang kelas menjadi sebuah gerakan nyata (real movement) di lapangan.

Melalui kurikulum berbasis keberlanjutan, Arsitektur ITI terus membekali para mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan teknis agar mampu merancang bangunan yang hemat energi, meminimalkan jejak karbon, serta mengoptimalkan penggunaan material lokal yang ramah lingkungan.

Rangkaian Roadshow IGBF 2026 di Lima Kota Besar

Sektor pendidikan memegang peran kunci dalam mendorong riset, edukasi, serta inovasi teknologi bangunan rendah karbon. Sepanjang September 2026, perhelatan IGBF diselenggarakan secara maraton di lima kota besar di Indonesia dengan melibatkan berbagai kolaborasi perguruan tinggi:

  • Bandung (9 September 2026 di ITB): Mengangkat fokus pada sinergi regulasi, riset akademik, dan inovasi perumahan serta gedung rendah karbon.

  • Yogyakarta (14 September 2026 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta): Diskusi mendalam mengenai strategi Net Zero serta peluncuran buku “Living Net Zero”.

  • Makassar (24 September 2026 di Nipah Mall): Menyoroti pengembangan dan tantangan hunian berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

  • Denpasar (26 September 2026 di Universitas Warmadewa): Penerapan konsep arsitektur dan pembangunan hijau untuk menjaga kelestarian masa depan pulau Bali.

  • Surabaya (29 September 2026 di ITS): Pembahasan integrasi infrastruktur kota dan sistem transportasi rendah karbon.

Keikutsertaan civitas akademika dalam menyimak isu-isu regional ini membuka peluang besar bagi penelitian kolaboratif yang relevan dengan tantangan pembangunan di berbagai daerah.

Peran Akademis Arsitektur ITI Mendorong Net Zero Emission

Tantangan emisi karbon di sektor konstruksi membutuhkan respons cepat dari kalangan akademisi. Program Studi Arsitektur ITI terus mendorong keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam berbagai riset terapan, mulai dari optimasi pencahayaan alami, penghematan energi pada selubung bangunan, hingga pemanfaatan sistem pengolahan limbah mandiri pada kawasan pemukiman.

Melalui keikutsertaan pada IGBF 2026, dosen dan mahasiswa Arsitektur ITI mendapatkan jangkauan jejaring (networking) yang lebih luas dengan para praktisi dan industri hijau. Hal ini sejalan dengan visi kampus untuk melahirkan lulusan arsitek yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.

Informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan, fasilitas riset, dan kegiatan civitas akademika dapat diakses melalui laman resmi Program Studi Arsitektur ITI atau membaca panduan Penerimaan Mahasiswa Baru ITI.

Langkah aktif Arsitektur ITI di ajang IGBF 2026 diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia untuk terus berkontribusi nyata dalam pencapaian target emisi nol bersih (Net Zero Emission) nasional pada masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Translate »