Strategis! Sinergitas Alumni dalam Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI Dorong Kesiapan Lulusan

Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI merupakan mata kuliah studio lanjutan pada Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang dirancang untuk memperkuat capaian pembelajaran mahasiswa melalui integrasi antara pendekatan akademik dan praktik profesional. Implementasi mata kuliah ini diwujudkan melalui kegiatan Kolokium Paparan Hasil Karya Mahasiswa yang melibatkan alumni praktisi arsitek sebagai reviewer, sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kegiatan kolokium tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Studio Arsitektur Gedung F Lantai 3, Kampus ITI. Kolokium diikuti oleh mahasiswa Semester VII Program Studi Arsitektur ITI yang sedang menempuh mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5, dengan agenda utama evaluasi komprehensif terhadap hasil perancangan yang telah dikembangkan selama satu semester.

Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI dalam Kerangka Kurikulum OBE

Sebagai bagian dari kurikulum berbasis OBE, Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI diarahkan untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang menekankan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah desain, serta penerapan pengetahuan arsitektur dalam konteks nyata. Pendekatan OBE sendiri telah menjadi standar nasional pendidikan tinggi sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi

Mata kuliah ini menuntut mahasiswa untuk mampu mengintegrasikan aspek konsep desain, tapak, fungsi, struktur, utilitas, regulasi bangunan, serta pertimbangan sosial-ekonomi dalam satu kesatuan rancangan arsitektur yang utuh.

Melalui mekanisme kolokium, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada output gambar desain, tetapi juga pada proses argumentasi, justifikasi konsep, serta kemampuan komunikasi profesional mahasiswa. Hal ini sejalan dengan prinsip OBE yang menempatkan hasil belajar terukur sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran.

Keterlibatan alumni praktisi arsitek dalam kolokium Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI merupakan bentuk sinergi antara institusi pendidikan dengan dunia profesional. Alumni berperan sebagai reviewer independen yang memberikan masukan objektif terkait kualitas desain, kelayakan fungsi, efisiensi ruang, konstruksi, serta kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pengguna dan kondisi lapangan.

Masukan dari alumni praktisi memberikan perspektif dunia kerja yang autentik kepada mahasiswa. Melalui proses ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa praktik arsitektur profesional—sebagaimana dijalankan oleh anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)—dihadapkan pada berbagai tantangan nyata, seperti keterbatasan anggaran, tuntutan klien, regulasi bangunan, serta dinamika pasar jasa arsitektur.

Kegiatan kolokium ini menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menjembatani perbedaan antara dunia akademik dan dunia praktik. Dunia akademik menekankan penguasaan teori, idealisme desain, serta eksplorasi konsep, sementara dunia praktik arsitektur beroperasi dalam kerangka bisnis dan kondisi riil lapangan.

Melalui Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI, mahasiswa dilatih untuk menyesuaikan idealisme akademik dengan kebutuhan nyata, sehingga mampu menghasilkan rancangan yang tidak hanya inovatif secara konseptual, tetapi juga realistis, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan profesi arsitektur.

Kolokium ini juga mencerminkan upaya penguatan sense of belonging seluruh unsur pemangku kepentingan, khususnya alumni, mahasiswa, dan dosen. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata tanggung jawab bersama dalam membangun kualitas proses dan hasil pembelajaran di Program Studi Arsitektur ITI.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap pengembangan institusi dan peningkatan mutu lulusan. Hal ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan kolokium Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI, mahasiswa memperoleh pengalaman evaluasi desain yang mendekati proses profesional. Pengalaman ini membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai tuntutan profesi arsitek, baik dari aspek teknis, konseptual, maupun non-teknis.

Dengan demikian, diharapkan lulusan Program Studi Arsitektur ITI mampu menghasilkan produk rancangan yang marketable, demandable, dan sellable, serta memiliki kesiapan tinggi untuk beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan kurikulum OBE dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan arsitektur.

Alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia Periode 2025–2030

Alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Tiga alumni Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Dewan Arsitek Indonesia (DAI) dan Badan Pengawas DAI untuk masa bakti periode 2025–2030.

Capaian ini menjadi bukti kontribusi nyata lulusan ITI dalam penguatan tata kelola profesi arsitek di Indonesia, sekaligus mempertegas peran ITI sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif melahirkan arsitek profesional dan berintegritas.

Pengukuhan anggota Dewan Arsitek Indonesia dan Badan Pengawas DAI tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1353/KPTS/M/2025 tentang Pengukuhan Dewan Arsitek Indonesia Periode 2025–2030 dan Penetapan Badan Pengawas Dewan Arsitek Indonesia.

Informasi resmi terkait kebijakan dan kelembagaan ini dapat diakses melalui situs Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
https://pu.go.id

Dalam keputusan tersebut, pemerintah menetapkan:

  • 9 Anggota Dewan Arsitek Indonesia
  • 9 Anggota Badan Pengawas DAI

yang berasal dari berbagai unsur profesional arsitektur nasional.

Alumni Arsitektur ITI yang Dikukuhkan

Adapun alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia yang dipercaya mengemban amanah tersebut adalah:

Anggota Dewan Arsitek Indonesia

  • Ar. Sandhy P.H. Sihotang, IAI
    Alumni Program Studi Arsitektur ITI Tahun 1991

  • Ar. Pierre Albyn Pongai, IAI
    Alumni Program Studi Arsitektur ITI Tahun 1998

Anggota Badan Pengawas Dewan Arsitek Indonesia

  • Ar. William B. Serworwora, IAI
    Alumni Program Studi Arsitektur ITI Tahun 1991

Keterlibatan para alumni ini mencerminkan kualitas lulusan Program Studi Arsitektur ITI yang secara konsisten berkontribusi di tingkat nasional.
Baca selengkapnya tentang Prodi Arsitektur ITI:
https://ars.iti.ac.id/sejarah-visi-misi/

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, Dewan Arsitek Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga standar kompetensi, etika, serta profesionalisme arsitek Indonesia.

DAI dibentuk oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi arsitek nasional. Informasi resmi mengenai IAI dapat diakses melalui:
https://iai.or.id

Keberhasilan alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika ITI. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen ITI dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berperan dalam pengembangan profesi dan kebijakan nasional.

Berita dan capaian alumni ITI lainnya dapat dibaca di:
https://ars.iti.ac.id/category/berita-utama/

Dengan masa jabatan lima tahun ke depan, para alumni ITI yang tergabung dalam DAI dan Badan Pengawas diharapkan mampu:

  • Mengawal implementasi Undang-Undang Arsitek
  • Menjaga etika dan kualitas praktik arsitektur
  • Mendorong arsitektur yang berkelanjutan dan inklusif
  • Memperkuat daya saing arsitek Indonesia di tingkat global

Institut Teknologi Indonesia menyampaikan selamat dan sukses atas pengukuhan tersebut serta berharap kontribusi yang diberikan membawa manfaat luas bagi profesi arsitek dan pembangunan nasional.

Translate »