Dua Karya Mahasiswa Arsitektur ITI Lolos AFAIR UI 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI, AFAIR UI 2026, Architecture Fair Universitas Indonesia, pameran arsitektur mahasiswa, Studio Perancangan Arsitektur ITIDua karya mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) berhasil lolos kurasi dan terpilih untuk dipamerkan dalam Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2026, sebuah pameran karya mahasiswa arsitektur tingkat nasional yang diselenggarakan pada 20–26 Januari 2026 di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta.

Karya Mahasiswa Arsitektur ITI yang Dipamerkan

Karya yang lolos kurasi pada AFAIR UI 2026 terdiri atas Desain Formula 1 Pit Building karya Mohammad Zaky Zidan dan Re-desain Atang Sendjaja Domestic Airport karya Hasbi Fadillah. Kedua proyek tersebut merupakan hasil pembelajaran dalam mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5 pada Program Studi Arsitektur ITI.

Studio Perancangan Arsitektur 5 dirancang untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan gagasan desain yang kontekstual, berbasis riset, dan bertanggung jawab, baik dari sisi fungsi, struktur, maupun dampak sosial dan lingkungan.

Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2026 diselenggarakan oleh mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia sebagai bentuk refleksi atas kegelisahan dunia pendidikan arsitektur terhadap derasnya arus informasi instan dan pendekatan desain yang semakin dangkal.

Melalui pameran ini, mahasiswa didorong untuk kembali mengedepankan pemikiran desain yang mendalam, berbasis pengetahuan, dan peka terhadap konteks sosial, sekaligus mampu merespons tantangan arsitektur kontemporer.

Pameran karya mahasiswa arsitektur se-Indonesia ini menunjukkan bahwa desain arsitektur tetap relevan ketika dikaitkan dengan berbagai isu strategis, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta lingkungan.

Nilai-nilai tersebut tercermin secara nyata dalam konsep, pendekatan ruang, dan narasi desain yang dihadirkan oleh para peserta, termasuk karya mahasiswa Arsitektur ITI.

Keikutsertaan mahasiswa Arsitektur ITI dalam AFAIR UI 2026 menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Arsitektur ITI dalam menjaga kualitas pembelajaran studio perancangan yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Partisipasi ini juga membuka ruang jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisi ITI dalam pengembangan pendidikan arsitektur di Indonesia.

Karya mahasiswa Arsitektur ITI berupa desain Formula 1 Pit Building yang dipamerkan pada AFAIR UI 2026

Strategis! Sinergitas Alumni dalam Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI Dorong Kesiapan Lulusan

Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI merupakan mata kuliah studio lanjutan pada Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang dirancang untuk memperkuat capaian pembelajaran mahasiswa melalui integrasi antara pendekatan akademik dan praktik profesional. Implementasi mata kuliah ini diwujudkan melalui kegiatan Kolokium Paparan Hasil Karya Mahasiswa yang melibatkan alumni praktisi arsitek sebagai reviewer, sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kegiatan kolokium tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Studio Arsitektur Gedung F Lantai 3, Kampus ITI. Kolokium diikuti oleh mahasiswa Semester VII Program Studi Arsitektur ITI yang sedang menempuh mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5, dengan agenda utama evaluasi komprehensif terhadap hasil perancangan yang telah dikembangkan selama satu semester.

Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI dalam Kerangka Kurikulum OBE

Sebagai bagian dari kurikulum berbasis OBE, Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI diarahkan untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang menekankan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah desain, serta penerapan pengetahuan arsitektur dalam konteks nyata. Pendekatan OBE sendiri telah menjadi standar nasional pendidikan tinggi sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi

Mata kuliah ini menuntut mahasiswa untuk mampu mengintegrasikan aspek konsep desain, tapak, fungsi, struktur, utilitas, regulasi bangunan, serta pertimbangan sosial-ekonomi dalam satu kesatuan rancangan arsitektur yang utuh.

Melalui mekanisme kolokium, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada output gambar desain, tetapi juga pada proses argumentasi, justifikasi konsep, serta kemampuan komunikasi profesional mahasiswa. Hal ini sejalan dengan prinsip OBE yang menempatkan hasil belajar terukur sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran.

Keterlibatan alumni praktisi arsitek dalam kolokium Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI merupakan bentuk sinergi antara institusi pendidikan dengan dunia profesional. Alumni berperan sebagai reviewer independen yang memberikan masukan objektif terkait kualitas desain, kelayakan fungsi, efisiensi ruang, konstruksi, serta kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pengguna dan kondisi lapangan.

Masukan dari alumni praktisi memberikan perspektif dunia kerja yang autentik kepada mahasiswa. Melalui proses ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa praktik arsitektur profesional—sebagaimana dijalankan oleh anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)—dihadapkan pada berbagai tantangan nyata, seperti keterbatasan anggaran, tuntutan klien, regulasi bangunan, serta dinamika pasar jasa arsitektur.

Kegiatan kolokium ini menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menjembatani perbedaan antara dunia akademik dan dunia praktik. Dunia akademik menekankan penguasaan teori, idealisme desain, serta eksplorasi konsep, sementara dunia praktik arsitektur beroperasi dalam kerangka bisnis dan kondisi riil lapangan.

Melalui Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI, mahasiswa dilatih untuk menyesuaikan idealisme akademik dengan kebutuhan nyata, sehingga mampu menghasilkan rancangan yang tidak hanya inovatif secara konseptual, tetapi juga realistis, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan profesi arsitektur.

Kolokium ini juga mencerminkan upaya penguatan sense of belonging seluruh unsur pemangku kepentingan, khususnya alumni, mahasiswa, dan dosen. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata tanggung jawab bersama dalam membangun kualitas proses dan hasil pembelajaran di Program Studi Arsitektur ITI.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap pengembangan institusi dan peningkatan mutu lulusan. Hal ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan kolokium Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI, mahasiswa memperoleh pengalaman evaluasi desain yang mendekati proses profesional. Pengalaman ini membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai tuntutan profesi arsitek, baik dari aspek teknis, konseptual, maupun non-teknis.

Dengan demikian, diharapkan lulusan Program Studi Arsitektur ITI mampu menghasilkan produk rancangan yang marketable, demandable, dan sellable, serta memiliki kesiapan tinggi untuk beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan kurikulum OBE dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan arsitektur.

Membanggakan! Mahasiswa Arsitektur ITI Tampil sebagai Presenter pada International Architecture & Interior Design Showcase 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter pada International Architecture & Interior Design Showcase 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI kembali menunjukkan kapasitas dan daya saing akademik di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Mohammad Zaky Zidan, berpartisipasi sebagai presenter pada kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 yang diselenggarakan pada 17 Januari 2026 secara daring melalui platform Zoom.

Keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum internasional ini merupakan wujud implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya dalam penguatan kemampuan komunikasi akademik, pemikiran kritis, serta penguasaan substansi keilmuan arsitektur dalam konteks global.

Presentasi Karya Arsitektur Berbasis Isu Perkotaan Global

Pada kesempatan tersebut, Mohammad Zaky Zidan mempresentasikan karya berjudul “Pit Buildings for Formula 1 Street Circuits”. Karya ini mengangkat gagasan perancangan fasilitas pit building pada sirkuit balap jalan raya Formula 1 dengan pendekatan desain yang fungsional, kontekstual, dan adaptif terhadap lingkungan perkotaan.

Konsep perancangan menitikberatkan pada integrasi antara kebutuhan teknis balap internasional dengan karakter kawasan urban, meliputi pengaturan sirkulasi, keselamatan pengguna, efisiensi ruang, serta dampak terhadap lingkungan sekitar. Karya tersebut mencerminkan kemampuan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam merespons isu desain kontemporer yang kompleks dan multidisipliner.

Kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 merupakan wujud nyata implementasi kerja sama akademik antara Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan City University Malaysia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang secara konsisten mendorong pertukaran gagasan, pengalaman akademik, serta jejaring internasional di bidang arsitektur dan desain interior.

Forum internasional ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, Pakistan, dan Brunei Darussalam. Keberagaman latar belakang peserta memperkaya diskusi dan perspektif terhadap isu-isu arsitektur global.

International Architecture & Interior Design Showcase 2026 menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, karya, dan pendekatan desain yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, seperti keberlanjutan lingkungan, konteks lokal, urban living, serta pengembangan kawasan perkotaan.

Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter mencerminkan capaian pembelajaran yang selaras dengan profil lulusan Program Studi Arsitektur ITI, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global.

Selain sebagai ajang presentasi karya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media pertukaran wawasan dan pengalaman antar mahasiswa serta akademisi lintas negara. Interaksi akademik lintas budaya yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat memperluas perspektif Mahasiswa Arsitektur ITI dalam menghadapi dinamika profesi arsitek di masa depan.

Jejaring internasional yang terbentuk melalui forum ini menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan karier profesional, kolaborasi riset, maupun peluang studi lanjut di tingkat global.

Melalui keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam International Architecture & Interior Design Showcase 2026, Institut Teknologi Indonesia (ITI) menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi global lulusan, serta pengembangan kerja sama internasional di bidang arsitektur dan lingkungan binaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran berbasis OBE yang berorientasi pada capaian nyata dan relevan dengan kebutuhan global, serta memperkuat posisi Program Studi Arsitektur ITI dalam kancah akademik internasional.

Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum ini menjadi indikator capaian pembelajaran berbasis OBE yang menekankan kompetensi global, komunikasi akademik, dan daya saing lulusan. Keterlibatan Mahasiswa Arsitektur ITI pada kegiatan internasional ini memperkuat posisi institusi dalam pengembangan pendidikan arsitektur berstandar global.

Architecture Goes to Bandung 2025: Program Inspiratif Eksplorasi Arsitektur ITI

Architecture Goes to Bandung merupakan kegiatan akademik lapangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025, sebagai bagian dari program pengayaan pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap desain, teknologi konstruksi, dan praktik profesional arsitektur secara langsung di lapangan.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI mendapatkan pengalaman kontekstual yang tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis, tetapi juga meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu arsitektur kontemporer, teknologi material, dan karya arsitektur ikonik di perkotaan.

Architecture Goes to Bandung sebagai Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kegiatan Architecture Goes to Bandung dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan Program Studi Arsitektur ITI. Mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di ruang kelas diterapkan dalam konteks nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
🔗 https://kemdiktisaintek.go.id/

Rangkaian Architecture Goes to Bandung diawali dengan kunjungan ke PT Beton Elemenindo Putra, sebuah perusahaan manufaktur material konstruksi yang memproduksi B-panel. Pada kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai proses produksi, karakteristik material, serta keunggulan sistem konstruksi pracetak dalam mendukung efisiensi pembangunan.

Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa Arsitektur ITI memahami bagaimana pemilihan material berpengaruh terhadap aspek struktural, biaya konstruksi, waktu pelaksanaan, serta keberlanjutan bangunan.

Destinasi berikutnya dalam agenda Architecture Goes to Bandung adalah Studio Akanoma, salah satu biro arsitektur yang dikenal dengan pendekatan desain kontekstual dan eksploratif. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai proses perancangan arsitektur dari tahap konsep hingga realisasi.

Mahasiswa berkesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi arsitek mengenai filosofi desain, dinamika klien, tantangan proyek, serta realitas praktik profesional. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja arsitektur.

Puncak kegiatan Architecture Goes to Bandung adalah kunjungan ke Masjid Raya Al-Jabbar, salah satu landmark arsitektur modern di Jawa Barat. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap aspek desain, struktur, sistem bangunan, serta integrasi masjid dengan lingkungan sekitarnya.

Masjid Raya Al-Jabbar menjadi objek pembelajaran penting dalam memahami arsitektur publik berskala besar, simbolisme desain, serta pendekatan arsitektur kontemporer yang memadukan teknologi, estetika, dan konteks lokal.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga terlatih untuk berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap karya arsitektur. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengaitkan teori, praktik, dan realitas lapangan secara utuh.

Pengalaman lapangan ini diharapkan mampu:

  • meningkatkan kreativitas dan inovasi desain,
  • memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional,
  • memperluas wawasan arsitektur berkelanjutan,
  • membangun jejaring awal dengan dunia industri dan praktisi.

Penyelenggaraan Architecture Goes to Bandung menegaskan komitmen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia nyata. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Informasi lengkap mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
🔗 https://ars.iti.ac.id/

Coloring the Future 2025: Kolaborasi Inspiratif Program Studi Arsitektur ITI dan Avian Brands

Coloring the Future 2025 Program Studi Arsitektur ITI dan Avian Brands

Coloring the Future 2025 merupakan kegiatan Campus Roadshow hasil kolaborasi antara Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan Avian Brands yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di Kampus ITI, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif edukatif Avian Brands dalam memperkenalkan dunia pewarnaan, inovasi produk cat, serta penerapannya dalam desain arsitektur kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa arsitektur.

Melalui Coloring the Future 2025, mahasiswa Arsitektur ITI memperoleh wawasan aplikatif mengenai peran warna dalam membentuk kualitas ruang, estetika bangunan, serta nilai fungsional dan keberlanjutan desain arsitektur.

Coloring the Future 2025 sebagai Kolaborasi Dunia Industri dan Akademik

Kegiatan Coloring the Future 2025 mencerminkan sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan industri bahan bangunan. Program Studi Arsitektur ITI secara konsisten mendorong kolaborasi dengan mitra industri guna menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri arsitektur.

Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
🔗 https://kemdiktisaintek.go.id/

Dalam pelaksanaan Coloring the Future 2025, kegiatan menghadirkan dua narasumber profesional dari Avian Brands, yaitu:

  • Ibu Mely Yanti, Marketing Manager Premium Paint Series Avian Brands
  • Ibu Ellen Yovita, Marketing Manager Medium Paint Series Avian Brands

Keduanya menyampaikan materi komprehensif mengenai strategi pemasaran produk cat, pengenalan jenis dan karakteristik cat unggulan, serta penerapan warna dalam konteks desain arsitektur dan industri kreatif.

Melalui pemaparan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pemilihan warna dan material tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan fungsi ruang, psikologi pengguna, serta nilai ekonomi dan keberlanjutan bangunan.

Kegiatan Coloring the Future 2025 dirancang secara interaktif untuk meningkatkan partisipasi dan pengalaman belajar mahasiswa. Rangkaian acara meliputi:

  • Sesi talkshow inspiratif bersama praktisi industri
  • Painting experience untuk mengenal langsung karakteristik produk cat
  • Mini games edukatif dan interaktif
  • Sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber

Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) kepada mahasiswa dalam mengenal produk cat berkualitas serta aplikasinya dalam dunia desain arsitektur.

Melalui Coloring the Future 2025, mahasiswa Arsitektur ITI memperoleh nilai tambah berupa wawasan praktis yang melengkapi pembelajaran teoritis di kelas. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap pemilihan warna, material, dan produk finishing dalam proses perancangan arsitektur.

Dampak positif yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:

  • peningkatan pemahaman tentang warna dan material bangunan,
  • penguatan kompetensi desain arsitektur berbasis industri,
  • kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional,
  • penguatan kreativitas dan inovasi dalam perancangan ruang.

Partisipasi aktif Program Studi Arsitektur ITI dalam Coloring the Future 2025 menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan industri arsitektur dan konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra industri sebagai bagian dari penguatan Outcome-Based Education (OBE) serta peningkatan kualitas lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
🔗 https://ars.iti.ac.id/

Tentang Avian Brands

Avian Brands merupakan salah satu produsen cat terkemuka di Indonesia yang secara konsisten mendukung kegiatan edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang desain dan arsitektur.

🔗 Situs resmi Avian Brands:
https://avianbrands.com/

1 2 3 5
Translate »