Peluncuran buku “Rumah Bangka Melayu” menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pelestarian dan pendokumentasian arsitektur Nusantara. Karya literatur berharga ini diinisiasi oleh tim Vernadoc Indonesia di bawah pimpinan Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, berkolaborasi dengan Yayasan Tenggara yang diketuai oleh Siti Arfah Annisa. Acara bersejarah ini diselenggarakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 16.00–18.00 WIB bertempat di Toko Buku Belakang, Bintaro, Tangerang Selatan.
Perhelatan peluncuran buku “Rumah Bangka Melayu” tidak hanya diisi dengan bedah karya literatur, tetapi juga diperkaya dengan sesi diskusi mendalam bersama para pakar. Dalam kesempatan bergengsi tersebut, Dosen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Intan Findanavy Ridzqo, S.T., M.Ars., hadir sebagai narasumber utama untuk mengulas sisi teknis rancang bangun tradisional tersebut.
Bedah Tektonika dan Struktur Kayu dalam Peluncuran Buku Rumah Bangka Melayu
Dalam paparan ilmiahnya pada peluncuran buku “Rumah Bangka Melayu”, Intan membawakan materi bertajuk “Tektonika pada Struktur dan Konstruksi Rumah Panggung Kayu Melayu di Bangka”. Presentasi ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai local genius atau kecerdasan lokal masyarakat Bangka dalam merespons iklim serta lingkungan sekitar melalui sistem sambungan dan konstruksi kayu yang adaptif.
Kehadiran Intan sebagai pemateri utama sangat lekat dengan rekam jejak akademisnya. Beliau merupakan salah satu peneliti kunci yang terjun langsung dalam riset mendalam mengenai arsitektur tradisional rumah panggung Bangka pada tahun 2018 silam.
Riset kolaboratif berskala besar ini sebelumnya juga telah mendapatkan perhatian publik dan dipamerkan dalam “Pameran Arsitektur Tradisional Rumah Panggung” yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).
Hilirisasi Riset dari Literasi Menjadi Inovasi Produk Edukasi
Bagi civitas akademika Program Studi Arsitektur ITI, kegiatan penelitian tidak boleh sekadar berhenti di atas kertas atau menjadi tumpukan laporan akademis semata. Sejalan dengan semangat peluncuran buku “Rumah Bangka Melayu” yang mendokumentasikan kekayaan budaya, momentum ini menjadi sarana strategis bagi kampus ITI untuk mempromosikan hilirisasi riset berbasis produk nyata.
Kajian tektonika dan struktur rumah panggung Bangka yang rumit kini telah sukses ditransformasikan oleh tim Arsitektur ITI menjadi media edukatif interaktif, yakni Puzzle 3D Rumah Kayu Bangka.
Produk inovasi luaran riset ini memiliki beragam keunggulan:
-
Media Pembelajaran Taktil: Memudahkan generasi muda memahami logika struktur dan sambungan kayu secara visual dan menyenangkan.
-
Produk Unggulan (Flagship): Menjadi ikon media peraga edukasi arsitektur resmi dari Prodi Arsitektur ITI.
-
Komersialisasi & Edukasi: Mengolah hasil riset kampus menjadi produk kreatif bernilai jual yang mampu mengedukasi masyarakat luas mengenai arsitektur tradisional Indonesia.
Sinergi Multidisiplin demi Pelestarian Arsitektur Nusantara
Kolaborasi erat antara akademisi ITI, Vernadoc Indonesia, dan Yayasan Tenggara dalam peluncuran buku “Rumah Bangka Melayu” menjadi bukti nyata pentingnya keterlibatan berbagai pihak. Pelestarian warisan kearsitekturan membutuhkan ekosistem menyeluruh mulai dari riset pemetaan di lapangan, penerbitan literasi buku, hingga penciptaan produk turunan yang relevan dengan generasi muda di era digital.
Melalui sinergi riset dan aksi nyata ini, diharapkan arsitektur tradisional tidak hanya dikenang sebagai sejarah, melainkan terus hidup dan menginspirasi perkembangan arsitektur Indonesia di masa depan.






 *Suasana pemaparan materi pada acara peluncuran buku Rumah Bangka Melayu. (Foto: Shakur / Mahasiswa Arsitektur ITI)](https://ars.iti.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260730-WA0023-150x150.jpg)