Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 menjadi panggung apresiasi bergengsi bagi insan kearsitekturan tanah air. Dosen sekaligus praktisi arsitek ternama, Jerrino Soedarno, S.T., M.T., sukses menorehkan prestasi gemilang dalam perhelatan ini. Beliau berhasil memboyong penghargaan tertinggi untuk kategori Karya Arsitektur Bangunan Khusus melalui rancangan inovatifnya yang bertajuk “Laboratorium Putar Fasad Bangunan”.

Penyerahan trofi kemenangan dalam ajang Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 ini dilangsungkan secara khidmat pada malam penganugerahan yang diinisiasi oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI Banten). Acara puncak tersebut diselenggarakan pada Minggu, 9 November 2025, bertempat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

Inovasi Laboratorium Putar Fasad Bangunan di Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025

Karya “Laboratorium Putar Fasad Bangunan” yang digagas oleh Jerrino Soedarno berhasil mencuri perhatian dewan juri Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 berkat keunikan fungsi serta pendekatan teknisnya yang sangat spesifik. Sebagai fasilitas bangunan khusus, laboratorium eksperimental ini dirancang secara presisi untuk menguji performa selubung luar atau fasad bangunan secara dinamis terhadap paparan sinar matahari, orientasi angin, serta kondisi iklim lingkungan sekitar secara real-time.

Inovasi rancang bangun ini menjadi terobosan yang sangat krusial dalam mendukung riset arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) serta peningkatan efisiensi energi bangunan di Indonesia. Melalui mekanisme perputaran fasad yang terintegrasi dengan sensor digital, para peneliti dapat mengukur tingkat pencahayaan alami, pergerakan termal, hingga tingkat penyerapan panas material bangunan secara akurat pada berbagai sudut datang sinar matahari.

Peran Strategis Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 bagi Industri Konstruksi

Ajang Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 sendiri merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari asosiasi profesi terhadap karya-karya arsitektur yang menunjukkan eksistensi, kebaruan ide, serta kontribusi nyata bagi perkembangan industri fisik. Keberadaan forum apresiasi tahunan ini mendorong para arsitek lokal untuk tidak hanya menciptakan bangunan yang indah secara estetika visual, melainkan juga responsif terhadap isu krisis iklim global.

Kemenangan yang diraih oleh Jerrino Soedarno dalam Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 membuktikan betapa pentingnya sinergi antara riset akademis dan praktik profesional di lapangan. Kategori Bangunan Khusus yang dimenangkannya menegaskan bahwa riset kearsitekturan dapat diwujudkan dalam bentuk fisik yang fungsional, teruji secara ilmiah, serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan teknologi konstruksi hijau nasional.

Kontribusi Akademis dan Dampak Pengabdian Kampus ITI

Prestasi dalam Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 ini tidak hanya memperkuat rekam jejak profesional Jerrino Soedarno di industri kearsitekturan, tetapi juga membawa harum nama civitas akademika Program Studi Arsitektur ITI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa tenaga pengajar perguruan tinggi mampu bersaing di tingkat profesional dan memelopori riset terapan berstandar tinggi.

Informasi serta hasil eksperimen dari fasilitas laboratorium riset ini nantinya akan memperkaya materi pembelajaran di ruang kuliah. Apresiasi dari asosiasi profesi ini diharapkan mampu memotivasi para praktisi, dosen, serta mahasiswa arsitektur lainnya untuk terus melahirkan karya-karya yang transformatif. Dengan semangat riset berbasis efisiensi energi yang diakui dalam Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025, dunia arsitektur di Indonesia optimis bergerak ke arah yang lebih hijau dan berdaya saing global sejalan dengan regulasi dari Kementerian PUPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Translate »