Talkshow Architecture after Intelligence resmi dibuka di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Acara kearsitekturan bernuansa futuristik ini mengusung tema lengkap “Architecture after Intelligence: Ketika AI Mengubah Cara Kita Mendesain dan Berpikir”.
Pelaksanaan perhelatan Talkshow Architecture after Intelligence ini digagas melalui kolaborasi strategis antara Indonesia Construction & Architecture Network (ICAN) bersama pameran bahan bangunan terbesar IndoBuildTech Expo, serta mendapat dukungan penuh dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI Banten). Rangkaian acara ini diselenggarakan bertepatan dengan ajang tahunan IndoBuildTech Expo yang berlangsung mulai 8 hingga 12 Juli 2026.
Pembukaan Resmi Talkshow Architecture after Intelligence oleh Akademisi
Sesi pembukaan Talkshow Architecture after Intelligence ditandai dengan Opening Speech dari Jerrino Soedarno, S.T., M.T., Tenaga Pengajar Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan IAI Banten.
Dalam pidatonya di Talkshow Architecture after Intelligence, Jerrino menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan komputasi digital bukanlah hal yang asing. Perkembangan teknologi komputasi ini sejatinya telah diinisiasi sejak era 1950-an dan terus berevolusi hingga saat ini demi menjawab tuntutan produktivitas, efisiensi sumber daya, ketepatan hasil, serta pemangkasan kesalahan (human error).
Urgensi Adaptasi AI dalam Industri Arsitektur Modern
Dinamika industri arsitektur saat ini kian kompleks dan menuntut kecepatan serta inovasi tinggi dalam kompetisi bisnis desain. Oleh karena itu, hadirnya Talkshow Architecture after Intelligence menjadi sarana krusial untuk mengedukasi para praktisi agar mampu memanfaatkan teknologi pendukung secara optimal.
Beberapa poin penting yang mengemuka dalam Talkshow Architecture after Intelligence meliputi:
-
Peningkatan Produktivitas: Integrasi AI membantu mempercepat tahapan analisis spasial, simulasi bangunan, hingga konseptualisasi desain.
-
Daya Saing Global: Para arsitek lokal didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mampu beradaptasi dan berperan aktif sebagai pemain global.
-
Efisiensi Kerja: Penggunaan AI dan teknologi digital akan memegang peranan krusial dalam praktik arsitektur masa kini hingga masa depan.
Perumusan Norma dan Etika Berpraktik di Era AI
Tidak hanya menyoroti kemajuan teknologi, perhelatan Talkshow Architecture after Intelligence juga membuka ruang diskusi kritis mengenai regulasi. Seiring meningkatnya adopsi AI dalam studio desain, diperlukan perangkat aturan serta norma-norma berpraktik yang dapat menjaga standar etika profesi dan pelindungan karya cipta.
Diskusi interaktif ini disambut hangat oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk praktisi arsitek, dosen, mahasiswa, hingga pemangku kepentingan sektor konstruksi. Informasi lebih lanjut mengenai agenda akademis dan kajian kearsitekturan terkini juga dapat diakses melalui portal resmi Program Studi Arsitektur ITI.





](https://ars.iti.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-08-at-11.14.11.jpeg)
](https://ars.iti.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-08-at-11.12.41.jpeg)