Konstruksi Kayu Modern: Mahasiswa Arsitektur ITI Studi Lapangan ke PIK 2

Konstruksi Kayu Modern: Mahasiswa Arsitektur ITI Studi Lapangan ke PIK 2

Tangerang Selatan – Konstruksi kayu kini kembali menjadi primadona dalam tren arsitektur berkelanjutan global. Dalam upaya memperkuat pemahaman praktis mengenai teknologi bangunan ramah lingkungan ini, sejumlah mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) semester 4 dan 6 melaksanakan kegiatan studi lapangan (field study) ke Paviliun 120. Eksplorasi material ini berlokasi di Indonesia Design District (IDD), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, pada Rabu (3/6).

Kegiatan akademik ini dirancang khusus untuk menjembatani teori perkuliahan di kelas dengan aplikasi riil di industri arsitektur modern. Di era green building, penguasaan terhadap konstruksi kayu yang presisi menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi calon arsitek.

Pentingnya Memahami Konstruksi Kayu untuk Iklim Tropis

Selama empat jam intensif, dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, para mahasiswa mengikuti rangkaian agenda yang menggabungkan pemaparan materi, diskusi interaktif, serta observasi fisik bangunan. Eksplorasi ini dipandu langsung oleh tim ahli material yang menjelaskan bagaimana kayu dapat diolah menjadi struktur utama bangunan modern yang megah namun tetap ramah lingkungan.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan product knowledge mendalam mengenai material kayu. Industri arsitektur saat ini dituntut untuk tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga durabilitas. Oleh karena itu, materi yang dipaparkan meliputi:

  • Karakteristik anatomi dan sifat fisik berbagai jenis kayu struktural.

  • Tingkat durabilitas dan metode pengawetan material terhadap cuaca ekstrem.

  • Teknik pemilihan material yang ideal untuk konstruksi kayu di iklim tropis.

Tidak hanya sebatas pengenalan material, narasumber dari Paviliun 120 juga membedah sistem konstruksi kayu pada bangunan mereka. Paviliun 120 sendiri dikenal luas di kalangan arsitek tanah air karena memiliki detail struktur yang presisi, estetis, dan menerapkan prinsip-prinsip tektonika kayu maju yang menentang batasan konvensional.

Aplikasi Praktis Tektonika dan Metode Sambungan Kayu

Setelah sesi paparan dan tanya jawab interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan observasi lapangan terpandu. Pada sesi ini, mahasiswa tidak hanya melihat visual bangunan, tetapi juga melakukan pengukuran langsung (on-site measurement) untuk memahami dimensi struktural, modulasi material, dan skala ruang secara akurat.

Melalui pengukuran langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana sambungan (joint) pada konstruksi kayu bekerja menahan beban struktural bangunan. Pemahaman ruang secara tiga dimensi ini sangat sulit didapatkan jika hanya mengandalkan modul perkuliahan dua dimensi atau layar komputer.

Sebagai penutup agenda, mahasiswa ditantang untuk melakukan observasi mandiri. Dengan antusias yang tinggi, mereka menuangkan detail-detail tektonika, sambungan, dan estetika ruang Paviliun 120 ke dalam bentuk sketsa arsitektur tangan (hand-sketching). Aktivitas menggambar manual ini terbukti efektif dalam melatih kepekaan spasial, kepekaan material, serta memori visual calon arsitek sebelum mereka merancang secara digital.

Menyiapkan Lulusan Arsitektur ITI yang Unggul dan Inovatif

Melalui kegiatan field study ini, mahasiswa Arsitektur ITI diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan material penutup (cladding) dan sistem konstruksi kayu ke dalam rancangan proyek studio mereka di semester-semester berikutnya. Kemampuan merancang dengan material kayu modern seperti Cross-Laminated Timber (CLT) atau Glulam menjadi kompetensi masa depan yang terus didorong oleh program studi.

Turut hadir mendampingi mahasiswa selama kegiatan berlangsung, Intan Findanavy Ridzqo, S.T., M.Ars., selaku dosen pendamping dari Prodi Arsitektur ITI. Kehadiran dosen pendamping memastikan bahwa setiap observasi yang dilakukan mahasiswa di lapangan tetap selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah teknologi bangunan dan bahan bangunan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kurikulum di kampus kami, Anda dapat mengunjungi laman resmi Prodi Arsitektur ITI. Selain itu, bagi yang tertarik mempelajari tren global bangunan berkelanjutan berbasis kayu, Anda dapat membaca referensi standar internasional di Architecture 2030 sebagai rujukan desain ramah lingkungan.

Transformasi Arsitektur Jakarta: Mahasiswa Arsitektur ITI Bedah Elemen Klasik hingga Modern

Transformasi Arsitektur Jakarta: Mahasiswa Arsitektur ITI Bedah Elemen Klasik hingga Modern

JAKARTA – Transformasi wajah kota Jakarta merupakan laboratorium hidup yang menyimpan lapisan sejarah panjang. Pada Kamis, 23 April 2026, sebanyak lima kelompok mahasiswa Arsitektur ITI melakukan observasi lapangan intensif di berbagai titik strategis ibu kota. Kegiatan ini merupakan bagian inti dari mata kuliah Sejarah Arsitektur 2 yang bertujuan untuk membedah evolusi elemen desain dari masa ke masa.

Dosen pengampu mata kuliah menekankan bahwa survei ini merupakan upaya kritis untuk menemukan “residu” arsitektur. Istilah ini merujuk pada sisa-sisa elemen arsitektur klasik yang masih dipertahankan, maupun yang telah bertransformasi ke dalam bentuk Modern Architecture pada bangunan fungsional saat ini.

Eksplorasi Lima Tipologi Bangunan

Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai transformasi Vernacular and Classical Architecture dalam konteks urban, mahasiswa dibagi ke dalam lima kelompok besar dengan fokus amatan spesifik:
1. Kelompok 1 (Institusi Keuangan): Mengamati bagaimana wibawa arsitektur klasik (seperti kolom-kolom besar dan simetri) masih memengaruhi desain gedung perbankan modern di kawasan Sudirman demi menciptakan citra stabilitas dan kepercayaan.
2. Kelompok 2 (High-Tech Office): Menelusuri integrasi teknologi mutakhir pada perkantoran masa kini, sembari mencari elemen-elemen fundamental organisasi ruang yang berakar dari prinsip arsitektur awal abad ke-20.
3. Kelompok 3 (Ritel Premium): Menganalisis bagaimana ruang komersial kelas atas mengadopsi estetika material mewah dan proporsi ruang yang sering kali meminjam kemegahan ala bangunan monumental sejarah.
4. Kelompok 4 (Hotel Kontemporer): Membedah adaptasi langgam arsitektur dalam industri hospitalitas, di mana kenyamanan modern berpadu dengan aksen dekoratif yang merujuk pada kekayaan sejarah arsitektur tertentu.
5. Kelompok 5 (Bangunan Publik Baru): Meninjau wajah baru ruang publik Jakarta, melihat bagaimana keterbukaan akses (inklusivitas) diinterpretasikan melalui bentuk-bentuk geometris modern tanpa meninggalkan konteks sejarah lokasi tempatnya berdiri.

Menghubungkan Teori dan Realita

Fokus utama dari survey transformasi arsitektur ini adalah pengamatan terhadap detail elemen arsitektur. Mahasiswa dituntut untuk mampu mengidentifikasi apakah sebuah ornamen, sistem fasad, atau struktur bangunan merupakan evolusi murni dari gaya klasik atau sebuah kontras radikal dari arsitektur modern.
“Kegiatan ini sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memahami sejarah melalui buku teks, tetapi mampu melihat dan merasakan langsung bagaimana teori-teori tersebut diimplementasikan dalam skala nyata di ibu kota,” ujar Ibu Ir. Aliviana Demami, S.Ars, M.Ars, dosen pengampu matakuliah sejarah arsitektur 2.

Hasil dari survey lapangan ini nantinya akan disusun menjadi laporan yang komprehensif, sebagai bentuk apresiasi dan pemahaman mendalam terhadap perkembangan wajah arsitektur di Indonesia.

Bedah Sistem Struktur Bentang Lebar, Mahasiswa Gelar Kuliah Lapangan di Taman Burung TMII

Bedah Sistem Struktur Bentang Lebar, Mahasiswa Gelar Kuliah Lapangan di Taman Burung TMII

JAKARTA – Teori di dalam kelas kini diwujudkan dalam bentuk observasi nyata. Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Teknologi Bangunan Bentang Lebar melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian inti dari pengerjaan Tugas Besar yang menguji pemahaman mahasiswa terhadap kompleksitas bangunan skala luas.

Selama perkuliahan, para mahasiswa telah mempelajari berbagai prinsip perancangan, sistem pembebanan, serta komponen-komponen penyusun struktur bentang lebar sebagai elemen mandiri (structural members). Namun, untuk memahami bagaimana seluruh elemen tersebut bekerja bersama sebagai satu kesatuan sistem (structural system), diperlukan pengamatan langsung secara praktikal.

Merekonstruksi Struktur Ikonik Taman Burung

Pada Semester Ganjil tahun ajaran 2023–2024 ini, dosen pengampu menetapkan Taman Burung TMII sebagai objek studi utama. Kubah-kubah raksasa di Taman Burung TMII dinilai sebagai contoh sempurna dari penerapan teknologi bangunan bentang lebar yang fungsional dan estetis.

Tugas akhir dari rangkaian kuliah lapangan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah proyek rekonstruksi bangunan. Secara berkelompok, mahasiswa ditantang untuk membedah dan menyusun kembali data teknis bangunan tersebut yang mencakup:

1. Konsep rancangan dan informasi umum proyek.

2. Ranah kinerja bangunan (building performance).

3. Sistem struktur bawah (fondasi dan struktur penopang bawah).

4. Sistem struktur atas (rangka utama bentang lebar).

5. Sambungan (detail joint antar material).

6. Selubung (material penutup atap atau fasad).

Pembagian Tugas Tim yang Sistematis

Agar pengumpulan data di lapangan berjalan efektif, setiap kelompok membagi anggotanya ke dalam tiga peran strategis:

• Bertugas mengumpulkan data visual dan dimensi untuk dianalisis dan direkonstruksi menjadi gambar rancangan 3D bangunan.

• Fokus pada penggalian informasi umum proyek serta membedah konsep rancangan arsitektur dan strukturnya.

• Bertanggung jawab penuh dalam mengumpulkan dan menganalisis data kinerja bangunan saat dioperasikan.

Melalui pembagian tugas ini, mahasiswa arsitektur ITI diharapkan tidak hanya mampu menyerap ilmu secara individu, tetapi juga melatih kemampuan kerja sama tim (teamwork) yang sangat krusial di dunia kerja profesional arsitektur dan teknik sipil nantinya.

Diharapkan, hasil dari kuliah lapangan dan pengerjaan tugas besar ini dapat melahirkan pemahaman yang komprehensif bagi mahasiswa dalam merancang bangunan bentang lebar secara mandiri di masa depan. Hasil dari pembelajaran ini dapat dilihat melalui kanal Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=RSiI7bolhc8&list=PLPxNzFtidWkaxHtJw4WSbJUPtSplL2kV-

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

TANGERANG SELATAN – Dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan kampus merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme calon arsitek. Pada 5 Februari 2026, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) [tautan mencurigakan telah dihapus] melaksanakan rapat program kerja bersama pembina himpunan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dan pemantapan agenda kegiatan kemahasiswaan pada periode kepengurusan berjalan.

Rapat koordinasi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara pengurus HMA dan pembina himpunan. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan setiap agenda yang dijalankan memiliki dampak yang terukur bagi pengembangan diri mahasiswa dan nama baik institusi.

Fokus Utama: Akademik, Soft Skills, dan Pengabdian

Dalam suasana yang dialogis dan konstruktif, pengurus HMA memaparkan rancangan kegiatan yang mencakup berbagai aspek fundamental dalam Architecture Education. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Penguatan Akademik: Penyelenggaraan workshop perangkat lunak arsitektur, diskusi bedah karya, dan pelatihan sketsa lapangan yang menunjang kurikulum utama.

  2. Pengembangan Minat dan Bakat: Fasilitasi bagi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi arsitektur nasional maupun internasional, serta pameran karya rutin.

  3. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM): Implementasi ilmu arsitektur dalam membantu permasalahan lingkungan sekitar, sejalan dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  4. Karakter dan Kepemimpinan: Pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan guna mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja profesional.

Pembina himpunan dalam arahannya menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Program kerja yang disusun tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus memiliki nilai keberlanjutan (sustainability) agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lintas generasi mahasiswa.

Pentingnya Manajemen Organisasi bagi Calon Arsitek

Mengapa manajemen organisasi sangat penting bagi mahasiswa arsitektur? Di dunia profesional, seorang arsitek tidak hanya dituntut mahir dalam mendesain, tetapi juga harus memiliki kemampuan Project Management yang baik, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim yang solid.

Melalui himpunan mahasiswa, calon arsitek belajar bagaimana mengelola sumber daya, mengatur waktu di antara kesibukan studio, serta bernegosiasi dengan berbagai pihak. Pengalaman inilah yang nantinya menjadi nilai tambah (value-added) saat mereka memasuki industri jasa konstruksi dan perancangan.

Adaptabilitas dan Kolaborasi di Era Digital

Rapat ini juga menyoroti pentingnya sifat adaptif dalam berorganisasi. HMA ITI berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam setiap publikasi dan pelaksanaan program kerjanya. Kolaborasi dengan pihak eksternal, baik itu ikatan alumni maupun asosiasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), menjadi salah satu poin evaluasi yang diberikan oleh pembina.

Sinergi antara mahasiswa dan pembina memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berada pada koridor akademik yang tepat. “Setiap program kerja harus mampu menjadi wadah pembelajaran organisasi yang meningkatkan kapasitas mahasiswa secara komprehensif”.

Membangun Atmosfer Akademik yang Positif

Kegiatan rapat program kerja ini menegaskan komitmen Arsitektur ITI untuk terus berperan aktif sebagai organisasi kemahasiswaan yang bertanggung jawab. Dengan atmosfer akademik yang positif, mahasiswa akan lebih termotivasi untuk berprestasi dan berinovasi.

Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus HMA ITI menyepakati poin-poin perbaikan yang diberikan. Langkah selanjutnya adalah implementasi nyata dari agenda yang telah disahkan, dengan harapan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu arsitektur dan kemajuan lingkungan kampus Institut Teknologi Indonesia.

Membanggakan! Mahasiswa Arsitektur ITI Tampil sebagai Presenter pada International Architecture & Interior Design Showcase 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter pada International Architecture & Interior Design Showcase 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI kembali menunjukkan kapasitas dan daya saing akademik di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Mohammad Zaky Zidan, berpartisipasi sebagai presenter pada kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 yang diselenggarakan pada 17 Januari 2026 secara daring melalui platform Zoom.

Keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum internasional ini merupakan wujud implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya dalam penguatan kemampuan komunikasi akademik, pemikiran kritis, serta penguasaan substansi keilmuan arsitektur dalam konteks global.

Presentasi Karya Arsitektur Berbasis Isu Perkotaan Global

Pada kesempatan tersebut, Mohammad Zaky Zidan mempresentasikan karya berjudul “Pit Buildings for Formula 1 Street Circuits”. Karya ini mengangkat gagasan perancangan fasilitas pit building pada sirkuit balap jalan raya Formula 1 dengan pendekatan desain yang fungsional, kontekstual, dan adaptif terhadap lingkungan perkotaan.

Konsep perancangan menitikberatkan pada integrasi antara kebutuhan teknis balap internasional dengan karakter kawasan urban, meliputi pengaturan sirkulasi, keselamatan pengguna, efisiensi ruang, serta dampak terhadap lingkungan sekitar. Karya tersebut mencerminkan kemampuan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam merespons isu desain kontemporer yang kompleks dan multidisipliner.

Kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 merupakan wujud nyata implementasi kerja sama akademik antara Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan City University Malaysia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang secara konsisten mendorong pertukaran gagasan, pengalaman akademik, serta jejaring internasional di bidang arsitektur dan desain interior.

Forum internasional ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, Pakistan, dan Brunei Darussalam. Keberagaman latar belakang peserta memperkaya diskusi dan perspektif terhadap isu-isu arsitektur global.

International Architecture & Interior Design Showcase 2026 menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, karya, dan pendekatan desain yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, seperti keberlanjutan lingkungan, konteks lokal, urban living, serta pengembangan kawasan perkotaan.

Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter mencerminkan capaian pembelajaran yang selaras dengan profil lulusan Program Studi Arsitektur ITI, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global.

Selain sebagai ajang presentasi karya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media pertukaran wawasan dan pengalaman antar mahasiswa serta akademisi lintas negara. Interaksi akademik lintas budaya yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat memperluas perspektif Mahasiswa Arsitektur ITI dalam menghadapi dinamika profesi arsitek di masa depan.

Jejaring internasional yang terbentuk melalui forum ini menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan karier profesional, kolaborasi riset, maupun peluang studi lanjut di tingkat global.

Melalui keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam International Architecture & Interior Design Showcase 2026, Institut Teknologi Indonesia (ITI) menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi global lulusan, serta pengembangan kerja sama internasional di bidang arsitektur dan lingkungan binaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran berbasis OBE yang berorientasi pada capaian nyata dan relevan dengan kebutuhan global, serta memperkuat posisi Program Studi Arsitektur ITI dalam kancah akademik internasional.

Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum ini menjadi indikator capaian pembelajaran berbasis OBE yang menekankan kompetensi global, komunikasi akademik, dan daya saing lulusan. Keterlibatan Mahasiswa Arsitektur ITI pada kegiatan internasional ini memperkuat posisi institusi dalam pengembangan pendidikan arsitektur berstandar global.

Translate »