MUNAS I LAMDEPILAR: Tegaskan Arah Baru Akreditasi Bidang Desain, Arsitektur, dan Perencanaan Lingkungan

Denpasar, 3–4 November 2025 — Lembaga Akreditasi Mandiri Desain Perencanaan Lingkungan Arsitektur (LAMDEPILAR) melaksanakan Workshop Persiapan dan Musyawarah Nasional (MUNAS) I sebagai langkah penting untuk mewujudkan visinya menjadi penyelenggara penjaminan mutu dan akselerator kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. LAMDEPILAR menegaskan komitmennya dalam mengembangkan standar mutu pendidikan bidang desain, perencanaan, lingkungan, dan arsitektur dalam rangka membangun peradaban berdasarkan ideologi Pancasila dan UUD 1945, berlandaskan prinsip kemandirian, keterbukaan, berkeadilan, kelestarian, dan keberlanjutan.
Peserta Munas I LAMDEPILAR dari Organisasi Profesi (OP) dan Asosiasi Unit Pengelola Program Studi (AUPPS) Pemrakarsa LAMDEPILAR. Denpasar, 3-4 November 2025.
Acara yang berlangsung di Ruang Sidang Universitas Udayana, Kampus Sudirman, Denpasar, ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kelembagaan serta merumuskan arah baru akreditasi bagi bidang desain, arsitektur, dan perencanaan lingkungan di Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pelaksana Pendirian LAMDEPILAR, Dr. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, IPM., IAI. Munas juga dihadiri oleh Ketua MA BAN-PT, Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T., yang memberikan selamat, apresiasi, arahan, dan harapan agar LAMDEPILAR turut serta menjamin dan menjaga kualitas pendidikan pada keempat rumpun bidang keilmuan. LAMDEPILAR merupakan salah satu dari 11 lembaga LAM yang sudah berdiri di Indonesia.
Pendirian lembaga ini merupakan amanat nasional untuk menghadirkan sistem akreditasi yang lebih adaptif, fokus, dan relevan. Penguatan tersebut ditegaskan melalui berbagai legalitas pendirian yang diterbitkan pada 2025.
Landasan hukum pendirian LAMDEPILAR adalah:

  1. Surat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi No. 115/M/KL.00/2025 tanggal 27 Maret 2025 tentang Persetujuan Pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri Desain Perencanaan.
  2. Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU0006061.AH.01.07.TAHUN 2025 tanggal 21 Agustus 2025 tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan LAMDEPILAR,
  3. Surat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi No. 2388/M.A4/AK.00.06/2025 tanggal 2 Oktober 2025 tentang Penetapan Lembaga Akreditasi Mandiri Desain Perencanaan Lingkungan Arsitektur (LAMDEPILAR).

Rangkaian Kegiatan Munas I
Rangkuman acara Munas I LAMDEPILAR berlangsung selama 2 hari dengan kegiatan sebagai berikut:
Hari pertama: Workshop Persiapan Munas I, berfokus pada penyempurnaan instrumen akreditasi, penguatan sistem informasi akreditasi, mekanisme penjaminan mutu, serta penyusunan AD/ART dan struktur kelembagaan. Diskusi lintas asosiasi profesi dan forum program studi juga dilakukan untuk memastikan harmonisasi standar akreditasi di seluruh bidang keilmuan terkait.
Hari kedua: Munas I LAMDEPILAR, diisi dengan sidang pleno yang berlangsung dinamis dan partisipatif, mencakup pembahasan tata tertib musyawarah, pemilihan pimpinan sidang, pemaparan laporan tim pendirian, hingga pengesahan dokumen kelembagaan dan finalisasi instrumen akreditasi. MUNAS ditutup dengan pelantikan pengurus Majelis Akreditasi (MA) dan Dewan Eksekutif (DE), serta Pengawas LAMDEPILAR. Acara diikuti dengan penandatanganan dokumen resmi lembaga.
Dokumen kelembagaan LAMDEPILAR yang dihasilkan dari kegiatan MUNAS I ini meliputi: AD/ART, Kode Etik, Keanggotaan, Kepengurusan, serta Dokumen Serah Terima Kepengurusan LAMDEPILAR. Dengan ditetapkannya dokumen ini maka Pengurus Dewan Eksekutif (DE) dan Majelis Akreditasi (MA), serta Pengawas secara resmi aktif menjalankan semua kegiatan organisasi LAMDEPILAR.
Acara Munas I ini dihadiri oleh perwakilan asosiasi unit pengelola program studi (AUPPS) seperti Perkumpulan Prodi Deskomvis, ASPI, ASARKI, PEPSILI, APTARI, dan FPALI, serta asosiasi profesi (OP) seperti HDII, PDKVI, ADPII, IAP, IARKI, IALHI, IAI, dan IALI. Acara dihadiri juga perwakilan perguruan tinggi anggota AUPPS.

Susunan Pengurus LAMDEPILAR, Masa Bakti 2025–2030, sebagai hasil MUNAS I, sebagai berikut:
A. Majelis Akreditasi (MA)
• Ketua: Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd.
• Wakil Ketua: Dr. Intan Rizky Mutiaz, M.Ds.
• Sekretaris: Prof. Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika
• Anggota: Ardhya Nareswari, Ph.D.
B. Dewan Eksekutif (DE)
• Ketua: Dr. Ar. Yulianto Purwono Prihatmaji, IPM., IAI
• Wakil Ketua I: Prof. Dr.sc.agr. Iwan Rudiarto
• Wakil Ketua II: Dr. Eng. Maryono
• Sekretaris: Dr. Holi Bina Wijaya
• Bendahara: Ar. Dewi Larasati, S.T., M.T., Ph.D., G.P.
C. Pengawas (P)
• Ketua: Prof. Dr. Prabang Setyono
• Anggota: Drs. Rohadi, M.Sn.
• Anggota: Dr. Ir. Daisy Radnawati, M.Si.
• Anggota: Teti Armiati Argo, Ph.D.
D. Penjaminan Mutu
• Ketua: Achmad Syarief, Ph.D.
• Anggota: Dr. Lury Sevita Yusiana
• Anggota: Dr. Nurhikmah B. Hartanti
E. Divisi Akreditasi Bidang Ilmu
• Ketua: Dr. Laksmi Kusuma Wardani
• Anggota: Dr. Agus Dwi Hariyanto
F. Divisi Validasi dan Banding
• Ketua: Prof. Dr. Lina Karlinasari
• Anggota: Dr. Yannes Martinus Pasaribu, M.Sn.
G. Divisi Pembinaan, Penelitian, dan Pengembangan
• Ketua: Dr. Dian Alfia Purwandari
• Anggota: Damang Ch. Sarumpaet, S.Sn., MSM.
H. Divisi Administrasi, Humas, Sistem Informasi Akreditasi, Keuangan, dan Sarana Prasarana
• Ketua: Dr. Lala Palupi Santyaputri
• Anggota: Olivia Seanders, S.T., MSc.

Dengan visi yang kuat, dukungan multidisiplin, dan struktur organisasi yang lengkap, MUNAS I LAMDEPILAR, menandai fase baru pembentukan lembaga akreditasi mandiri yang kredibel, independen, dan siap mendorong kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya pada bidang desain, perencanaan, lingkungan, dan arsitektur. LAMDEPILAR diharapkan dapat mulai beroperasi melakukan kegiatan akreditasi pada tahun 2026 mendatang.

Alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia Periode 2025–2030

Alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Tiga alumni Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Dewan Arsitek Indonesia (DAI) dan Badan Pengawas DAI untuk masa bakti periode 2025–2030.

Capaian ini menjadi bukti kontribusi nyata lulusan ITI dalam penguatan tata kelola profesi arsitek di Indonesia, sekaligus mempertegas peran ITI sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif melahirkan arsitek profesional dan berintegritas.

Pengukuhan anggota Dewan Arsitek Indonesia dan Badan Pengawas DAI tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1353/KPTS/M/2025 tentang Pengukuhan Dewan Arsitek Indonesia Periode 2025–2030 dan Penetapan Badan Pengawas Dewan Arsitek Indonesia.

Informasi resmi terkait kebijakan dan kelembagaan ini dapat diakses melalui situs Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
https://pu.go.id

Dalam keputusan tersebut, pemerintah menetapkan:

  • 9 Anggota Dewan Arsitek Indonesia
  • 9 Anggota Badan Pengawas DAI

yang berasal dari berbagai unsur profesional arsitektur nasional.

Alumni Arsitektur ITI yang Dikukuhkan

Adapun alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia yang dipercaya mengemban amanah tersebut adalah:

Anggota Dewan Arsitek Indonesia

  • Ar. Sandhy P.H. Sihotang, IAI
    Alumni Program Studi Arsitektur ITI Tahun 1991

  • Ar. Pierre Albyn Pongai, IAI
    Alumni Program Studi Arsitektur ITI Tahun 1998

Anggota Badan Pengawas Dewan Arsitek Indonesia

  • Ar. William B. Serworwora, IAI
    Alumni Program Studi Arsitektur ITI Tahun 1991

Keterlibatan para alumni ini mencerminkan kualitas lulusan Program Studi Arsitektur ITI yang secara konsisten berkontribusi di tingkat nasional.
Baca selengkapnya tentang Prodi Arsitektur ITI:
https://ars.iti.ac.id/sejarah-visi-misi/

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, Dewan Arsitek Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga standar kompetensi, etika, serta profesionalisme arsitek Indonesia.

DAI dibentuk oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai organisasi profesi arsitek nasional. Informasi resmi mengenai IAI dapat diakses melalui:
https://iai.or.id

Keberhasilan alumni Arsitektur ITI di Dewan Arsitek Indonesia menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika ITI. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen ITI dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berperan dalam pengembangan profesi dan kebijakan nasional.

Berita dan capaian alumni ITI lainnya dapat dibaca di:
https://ars.iti.ac.id/category/berita-utama/

Dengan masa jabatan lima tahun ke depan, para alumni ITI yang tergabung dalam DAI dan Badan Pengawas diharapkan mampu:

  • Mengawal implementasi Undang-Undang Arsitek
  • Menjaga etika dan kualitas praktik arsitektur
  • Mendorong arsitektur yang berkelanjutan dan inklusif
  • Memperkuat daya saing arsitek Indonesia di tingkat global

Institut Teknologi Indonesia menyampaikan selamat dan sukses atas pengukuhan tersebut serta berharap kontribusi yang diberikan membawa manfaat luas bagi profesi arsitek dan pembangunan nasional.

FGD Prodi Arsitektur ITI untuk Penyusunan Visi Keilmuan dan Profil Lulusan

FGD Prodi Arsitektur ITI Penyusunan Visi Keilmuan dan Profil Lulusan

FGD Prodi Arsitektur ITI menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu akademik dan relevansi lulusan. Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Visi Keilmuan dan Profil Lulusan pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Gedung Bakrie, Kampus ITI, Tangerang Selatan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan eksternal, mulai dari mitra industri, pengguna lulusan, perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten, alumni, hingga tim dosen Prodi Arsitektur ITI. Pelibatan unsur eksternal ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa arah pengembangan keilmuan dan kurikulum Prodi Arsitektur ITI selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika profesi arsitek.

FGD Prodi Arsitektur ITI sebagai Bagian Peninjauan Kurikulum

Pelaksanaan FGD Prodi Arsitektur ITI merupakan rangkaian dari proses peninjauan dan pengembangan kurikulum agar sesuai dengan:

  • Regulasi pendidikan tinggi terkini
  • Perkembangan profesi arsitek
  • Kebutuhan industri arsitektur dan konstruksi yang semakin kompleks

Dalam pengantar kegiatan, Ketua Program Studi Arsitektur ITI menyampaikan bahwa kurikulum harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan berdampak, sejalan dengan transformasi visi ITI sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan inovasi.

Informasi mengenai kebijakan pendidikan tinggi dan pengembangan SDM konstruksi dapat diakses melalui Kementerian PUPR:
https://pu.go.id

Diskusi yang berlangsung secara intensif dalam FGD Prodi Arsitektur ITI menghasilkan berbagai masukan strategis terkait arah keilmuan arsitektur dan profil lulusan. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah fakta bahwa kurang dari 10% lulusan berkarier sebagai arsitek profesional.

Oleh karena itu, peserta FGD sepakat bahwa kurikulum perlu membuka jalur kompetensi yang lebih luas, antara lain:

  • Rekayasa dan teknologi arsitektur
  • Manajemen proyek dan konstruksi
  • Industri konstruksi dan properti
  • Kewirausahaan arsitektur
  • Bidang lintas disiplin berbasis teknologi

Selain itu, kebutuhan penguatan literasi teknologi juga menjadi perhatian utama, mencakup:

  • Building Information Modeling (BIM)
  • Regulasi dan standar bangunan
  • Green building dan arsitektur berkelanjutan
  • Penelitian terapan
  • Kolaborasi lintas profesi

Peran organisasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) juga menjadi rujukan penting dalam pengembangan kompetensi lulusan.
https://iai.or.id

Rumusan Visi Keilmuan Baru Prodi Arsitektur ITI

Melalui FGD Prodi Arsitektur ITI, dirumuskan draft visi keilmuan baru sebagai berikut:

“Menjadi Program Studi Arsitektur yang unggul dalam pembelajaran dan pengembangan ilmu arsitektur yang berwawasan lingkungan tropis, melalui teknologi dan inovasi tepat guna yang mampu bersaing secara global dan profesional.”

Visi ini selaras dengan visi Institut Teknologi Indonesia, yaitu:

“Menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Teknologi dan Inovasi, Mencetak Profesional Unggul, Berdaya Saing Internasional, Adaptif terhadap Kemajuan Zaman, dan Berintegritas.”

Profil dan program akademik ITI dapat diakses melalui:
https://iti.ac.id

Selain visi keilmuan, FGD Prodi Arsitektur ITI juga memberikan arahan dalam perumusan:

  • Tujuan Program Studi
  • Profil lulusan
  • Strategi pencapaian visi

Penguatan mata kuliah diarahkan pada bidang:

  • Arsitektur tropis
  • Bangunan hijau
  • Manajemen proyek
  • Regulasi bangunan
  • Kewirausahaan arsitektur

 

Group photo at a conference event.

Kegiatan FGD Prodi Arsitektur ITI ditutup dengan penyampaian rangkuman hasil diskusi oleh moderator serta sesi foto bersama seluruh peserta. Hasil lengkap FGD ini akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kurikulum terbaru yang lebih relevan, kompetitif, dan responsif terhadap kebutuhan industri serta masa depan profesi arsitektur.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses di: https://ars.iti.ac.id/

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI untuk Penguatan Kompetensi Berkelanjutan

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI di Tangerang

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kapasitas dosen dan institusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kepala Laboratorium Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Ar. Jerrino Soedarno, MEP.Arch., menghadiri kegiatan Pelatihan Peningkatan Implementasi Konservasi Energi pada Bangunan Gedung di Daerah yang dilaksanakan pada 24–25 November 2025 bertempat di Hotel Grand Zuri, Tangerang.

Kehadiran Ar. Jerrino Soedarno mewakili Program Studi Arsitektur ITI tidak hanya dalam kapasitas akademisi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penerapan prinsip bangunan hemat energi dan arsitektur berkelanjutan, khususnya di tingkat daerah.

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan untuk Akademisi dan Pemerintah Daerah

Kegiatan Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis para peserta yang berasal dari pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait. Fokus utama pelatihan adalah implementasi kebijakan dan metode teknis konservasi energi pada bangunan gedung sesuai dengan regulasi nasional.

Pelatihan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan konsumsi energi bangunan serta meningkatkan efisiensi energi nasional. Informasi kebijakan terkait konservasi energi dapat diakses melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM):
https://www.esdm.go.id

Dalam kegiatan ini, terdapat dua jenis pelatihan utama yang diberikan kepada peserta, yaitu:

1. Penerapan Konservasi Energi pada Bangunan

Pelatihan ini berfokus pada:

  • Perhitungan Overall Thermal Transfer Value (OTTV)
  • Perhitungan sistem Light Power Density (LPD)
  • Evaluasi dan perhitungan tingkat pencahayaan alami

Materi ini sangat relevan dengan perancangan bangunan responsif iklim, khususnya dalam konteks arsitektur tropis dan efisiensi energi.

2. Pelaporan Online Manajemen Energi (POME)

Pelatihan kedua membahas Pelaporan Online Manajemen Energi (POME), yaitu sistem pelaporan manajemen energi yang dikembangkan oleh Direktorat Konservasi Energi, Kementerian ESDM. Sistem ini menjadi instrumen penting dalam pemantauan dan evaluasi kinerja energi bangunan gedung.

Partisipasi Kepala Laboratorium dalam Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap:

  • Pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian terapan
  • Peningkatan kualitas pengajaran dan praktikum laboratorium
  • Penguatan mata kuliah terkait energi bangunan dan desain berkelanjutan

Hasil pelatihan ini akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata kuliah yang membahas arsitektur berkelanjutan, bangunan hemat energi, dan perancangan responsif iklim.

Informasi mengenai kegiatan akademik dan pengembangan Prodi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
https://ars.iti.ac.id/

Melalui keikutsertaan dosen dalam Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI, Institut Teknologi Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi dan inovasi.

Prodi Arsitektur ITI secara berkelanjutan mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif terlibat dalam berbagai program peningkatan kapasitas, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan isu keberlanjutan dan teknologi bangunan masa depan.

Berita dan kegiatan Prodi Arsitektur ITI lainnya dapat dibaca di:
https://ars.iti.ac.id/category/berita

Architecture Goes to Bandung 2025: Program Inspiratif Eksplorasi Arsitektur ITI

Architecture Goes to Bandung merupakan kegiatan akademik lapangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025, sebagai bagian dari program pengayaan pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap desain, teknologi konstruksi, dan praktik profesional arsitektur secara langsung di lapangan.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI mendapatkan pengalaman kontekstual yang tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis, tetapi juga meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu arsitektur kontemporer, teknologi material, dan karya arsitektur ikonik di perkotaan.

Architecture Goes to Bandung sebagai Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kegiatan Architecture Goes to Bandung dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan Program Studi Arsitektur ITI. Mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di ruang kelas diterapkan dalam konteks nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
🔗 https://kemdiktisaintek.go.id/

Rangkaian Architecture Goes to Bandung diawali dengan kunjungan ke PT Beton Elemenindo Putra, sebuah perusahaan manufaktur material konstruksi yang memproduksi B-panel. Pada kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai proses produksi, karakteristik material, serta keunggulan sistem konstruksi pracetak dalam mendukung efisiensi pembangunan.

Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa Arsitektur ITI memahami bagaimana pemilihan material berpengaruh terhadap aspek struktural, biaya konstruksi, waktu pelaksanaan, serta keberlanjutan bangunan.

Destinasi berikutnya dalam agenda Architecture Goes to Bandung adalah Studio Akanoma, salah satu biro arsitektur yang dikenal dengan pendekatan desain kontekstual dan eksploratif. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai proses perancangan arsitektur dari tahap konsep hingga realisasi.

Mahasiswa berkesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi arsitek mengenai filosofi desain, dinamika klien, tantangan proyek, serta realitas praktik profesional. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja arsitektur.

Puncak kegiatan Architecture Goes to Bandung adalah kunjungan ke Masjid Raya Al-Jabbar, salah satu landmark arsitektur modern di Jawa Barat. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap aspek desain, struktur, sistem bangunan, serta integrasi masjid dengan lingkungan sekitarnya.

Masjid Raya Al-Jabbar menjadi objek pembelajaran penting dalam memahami arsitektur publik berskala besar, simbolisme desain, serta pendekatan arsitektur kontemporer yang memadukan teknologi, estetika, dan konteks lokal.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga terlatih untuk berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap karya arsitektur. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengaitkan teori, praktik, dan realitas lapangan secara utuh.

Pengalaman lapangan ini diharapkan mampu:

  • meningkatkan kreativitas dan inovasi desain,
  • memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional,
  • memperluas wawasan arsitektur berkelanjutan,
  • membangun jejaring awal dengan dunia industri dan praktisi.

Penyelenggaraan Architecture Goes to Bandung menegaskan komitmen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia nyata. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Informasi lengkap mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
🔗 https://ars.iti.ac.id/

Translate »