Angkat Potensi Budaya Lokal, Arsitektur ITI Pamerkan Karya Mahasiswa hingga Produk PKM Komersial di IndoBuildTech 2026

TANGERANG – Partisipasi Arsitektur ITI di IndoBuildTech 2026 menjadi bukti nyata eksistensi kampus di kancah nasional. Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) resmi hadir dalam ajang pameran material bangunan dan teknologi terbesar ini, yang berlangsung pada 8-12 Juli 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang.

Mengisi Stand PF – UNI 6, kehadiran Arsitektur ITI di IndoBuildTech 2026 tidak hanya menyajikan pameran akademik konvensional seperti poster desain dan maket. Lebih dari itu, ajang tahunan ini menjadi panggung unjuk gigi bagi hilirisasi riset lewat produk hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kolaborasi dosen dan mahasiswa.

Keseruan Booth Arsitektur ITI di IndoBuildTech 2026: Rilis Inovasi TEKATI

Salah satu daya tarik utama yang dirilis pada pameran kali ini adalah “TEKATI – Jelajah Bangunan Nusantara Edisi Banten”. Produk ini merupakan inovasi berupa Wooden Puzzle (Puzzle Kayu Datar) edukatif yang dirancang interaktif untuk memperkenalkan keunikan arsitektur lokal ke masyarakat luas.

Menariknya, booth ini menerapkan konsep interaktif sekaligus komersial. Seluruh produk edukasi arsitektural yang dipajang dapat dibeli secara langsung oleh para pengunjung, mulai dari kalangan profesional, akademisi, hingga masyarakat umum. Informasi mengenai kurikulum berbasis inovasi ini juga dapat diakses melalui laman resmi Pendaftaran Mahasiswa Baru ITI. Melalui integrasi antara karya akademis dan produk komersial berbasis budaya ini, Prodi Arsitektur ITI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya melestarikan arsitektur nusantara.

Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat langsung maket masa depan dan berdiskusi mengenai tren desain bangunan hijau. Segera kunjungi stand Arsitektur ITI di IndoBuildTech 2026 sebelum pameran resmi berakhir! Untuk jadwal lengkap dan denah lokasi Nusantara Hall, Anda dapat mengecek langsung via situs resmi IndoBuildTech Expo.

Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025: Jerrino Soedarno Raih Juara

Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 menjadi panggung apresiasi bergengsi bagi insan kearsitekturan tanah air. Dosen sekaligus praktisi arsitek ternama, Jerrino Soedarno, S.T., M.T., sukses menorehkan prestasi gemilang dalam perhelatan ini. Beliau berhasil memboyong penghargaan tertinggi untuk kategori Karya Arsitektur Bangunan Khusus melalui rancangan inovatifnya yang bertajuk “Laboratorium Putar Fasad Bangunan”.

Penyerahan trofi kemenangan dalam ajang Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 ini dilangsungkan secara khidmat pada malam penganugerahan yang diinisiasi oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI Banten). Acara puncak tersebut diselenggarakan pada Minggu, 9 November 2025, bertempat di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

Inovasi Laboratorium Putar Fasad Bangunan di Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025

Karya “Laboratorium Putar Fasad Bangunan” yang digagas oleh Jerrino Soedarno berhasil mencuri perhatian dewan juri Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 berkat keunikan fungsi serta pendekatan teknisnya yang sangat spesifik. Sebagai fasilitas bangunan khusus, laboratorium eksperimental ini dirancang secara presisi untuk menguji performa selubung luar atau fasad bangunan secara dinamis terhadap paparan sinar matahari, orientasi angin, serta kondisi iklim lingkungan sekitar secara real-time.

Inovasi rancang bangun ini menjadi terobosan yang sangat krusial dalam mendukung riset arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) serta peningkatan efisiensi energi bangunan di Indonesia. Melalui mekanisme perputaran fasad yang terintegrasi dengan sensor digital, para peneliti dapat mengukur tingkat pencahayaan alami, pergerakan termal, hingga tingkat penyerapan panas material bangunan secara akurat pada berbagai sudut datang sinar matahari.

Peran Strategis Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 bagi Industri Konstruksi

Ajang Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 sendiri merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari asosiasi profesi terhadap karya-karya arsitektur yang menunjukkan eksistensi, kebaruan ide, serta kontribusi nyata bagi perkembangan industri fisik. Keberadaan forum apresiasi tahunan ini mendorong para arsitek lokal untuk tidak hanya menciptakan bangunan yang indah secara estetika visual, melainkan juga responsif terhadap isu krisis iklim global.

Kemenangan yang diraih oleh Jerrino Soedarno dalam Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 membuktikan betapa pentingnya sinergi antara riset akademis dan praktik profesional di lapangan. Kategori Bangunan Khusus yang dimenangkannya menegaskan bahwa riset kearsitekturan dapat diwujudkan dalam bentuk fisik yang fungsional, teruji secara ilmiah, serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan teknologi konstruksi hijau nasional.

Kontribusi Akademis dan Dampak Pengabdian Kampus ITI

Prestasi dalam Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025 ini tidak hanya memperkuat rekam jejak profesional Jerrino Soedarno di industri kearsitekturan, tetapi juga membawa harum nama civitas akademika Program Studi Arsitektur ITI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa tenaga pengajar perguruan tinggi mampu bersaing di tingkat profesional dan memelopori riset terapan berstandar tinggi.

Informasi serta hasil eksperimen dari fasilitas laboratorium riset ini nantinya akan memperkaya materi pembelajaran di ruang kuliah. Apresiasi dari asosiasi profesi ini diharapkan mampu memotivasi para praktisi, dosen, serta mahasiswa arsitektur lainnya untuk terus melahirkan karya-karya yang transformatif. Dengan semangat riset berbasis efisiensi energi yang diakui dalam Penghargaan Arsitek IAI Banten 2025, dunia arsitektur di Indonesia optimis bergerak ke arah yang lebih hijau dan berdaya saing global sejalan dengan regulasi dari Kementerian PUPR.

Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week: Bahas Gedung Hijau

Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week menjadi wadah krusial bagi para akademisi dan praktisi kearsitekturan dalam merumuskan masa depan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dosen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Jerrino Soedarno, S.T., M.T., hadir sebagai narasumber utama dalam forum bergengsi tersebut pada Jumat, 14 Juni 2024, bertempat di ICE BSD City, Tangerang.

Perhelatan Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian acara pameran bahan bangunan dan arsitektur terbesar nasional, IndoBuildTech Expo 2024 Part 1. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang antusias menyimak arah masa depan rancang bangun ramah lingkungan.

Urgensi Perencanaan Bangunan Gedung Hijau di Indonesia

Sesi utama dalam Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week yang diinisiasi oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI Banten) ini memfokuskan pembahasan pada topik krusial, yaitu “Perencanaan Bangunan Gedung Hijau”. Diskusi mendalam ini membedah bagaimana prinsip-prinsip green building harus mulai diterapkan secara masif, khususnya untuk mengimbangi pesatnya laju pembangunan di wilayah Banten dan sekitarnya.

Dalam pemaparannya di Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week, Jerrino Soedarno membagikan perspektif komprehensif yang mengawinkan landasan akademis dengan realitas praktik lapangan. Ia menekankan bahwa perencanaan gedung hijau saat ini bukan lagi sekadar tren estetika atau nilai tambah pemasaran, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk:

  • Menekan Emisi Karbon: Mengurangi jejak karbon dari proses konstruksi hingga operasional harian bangunan.

  • Efisiensi Energi Masif: Mengoptimalkan konsumsi listrik dan air melalui pencahayaan alami serta tata udara yang terencana.

  • Menjaga Ekosistem Perkotaan: Menjaga keseimbangan lingkungan hidup di tengah kawasan perkotaan yang semakin padat.

Sinergi Akademis dan Industri di Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week

Keterlibatan aktif akademisi dalam Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week menegaskan komitmen berkelanjutan dari civitas akademika Program Studi Arsitektur ITI untuk berkontribusi nyata pada perkembangan ilmu arsitektur berkelanjutan. Kehadiran perwakilan dosen di panggung profesional ini menjadi jembatan penting dalam menyalurkan pemikiran riset perguruan tinggi langsung ke dalam praktik industri konstruksi.

Selama berlangsungnya Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week, interaksi dua arah terjadi sangat dinamis. Berbagai kalangan hadir memadati ruangan, mulai dari praktisi arsitek senior, pengembang properti, pelaku industri bahan bangunan, hingga mahasiswa arsitektur yang ingin memperdalam wawasan kearsitekturan terkini.

Implementasi Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Masa Depan

Penerapan prinsip bangunan gedung hijau yang dibahas dalam forum ini sejalan dengan regulasi nasional yang terus didorong oleh Kementerian PUPR untuk mencapai target Net Zero Emission. Gagasan dan wawasan mutakhir yang mengemuka selama sesi diskusi ini nantinya juga akan diintegrasikan kembali ke dalam bahan ajar perkuliahan di kampus ITI.

Langkah ini memastikan bahwa para calon arsitek muda tidak hanya dibekali kemampuan merancang struktur yang estetik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. Melalui partisipasi konsisten dalam perhelatan seperti Forum Diskusi Nusantara Banten Architecture Week, dunia akademis dan industri siap berkolaborasi melahirkan karya-karya arsitektur yang transformatif dan ramah lingkungan.

Studio Perancangan Arsitektur 4 ITI Libatkan Alumni Reviewer

Studio Perancangan Arsitektur 4 menjadi salah satu mata kuliah inti yang memegang peranan krusial dalam membentuk kompetensi merancang mahasiswa. Memasuki periode Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun Akademik 2025/2026, Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelaraskan dunia pendidikan dengan realita industri. Pada Kamis, 2 Juli 2026, jajaran alumni yang kini telah sukses berkarier sebagai arsitek praktisi diundang kembali ke kampus untuk bertindak sebagai tim reviewer eksternal.

Kehadiran para alumni ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memberikan penilaian langsung terhadap karya-karya mahasiswa dalam sidang ujian akhir mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 4. Melalui skema evaluasi ini, karya mahasiswa diuji secara objektif agar memenuhi standar akademis sekaligus kriteria perancangan profesional.

Menjembatani Teori Kuliah dan Industri di Studio Perancangan Arsitektur 4

Keterlibatan alumni praktisi dalam mengevaluasi tugas akhir mahasiswa pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 4 ini merupakan bentuk kerja sama nyata dan kontribusi berkelanjutan dari ikatan alumni kepada almamater. Melalui skema kolaboratif ini, mahasiswa tingkat menengah tidak hanya dinilai dari pemenuhan regulasi akademis, tetapi juga diuji ketajaman konsep desainnya dari sudut pandang industri profesional.

Sebagai tim reviewer, para alumni praktisi menyisir satu per satu karya rancangan mahasiswa. Mereka memberikan kritik konstruktif serta membagikan wawasan mengenai standardisasi desain, efisiensi fungsi ruang, keandalan struktur, hingga aspek materialitas yang berlaku di lapangan saat ini. Proses peninjauan karya ini mengacu pada standar kompetensi yang ditetapkan oleh asosiasi profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) guna memastikan karya mahasiswa relevan dengan dunia kerja.

Dampak Positif Evaluasi Studio Perancangan Arsitektur 4 bagi Ekosistem Kampus

Kolaborasi partisipatif yang diterapkan dalam sidang Studio Perancangan Arsitektur 4 ini memberikan dampak ganda yang positif bagi seluruh ekosistem Program Studi Arsitektur:

  • Bagi Mahasiswa: Mendapatkan pengalaman simulasi presentasi proyek layaknya menghadapi klien asli di dunia kerja, serta memperluas wawasan teknis di luar modul perkuliahan konvensional.

  • Bagi Program Studi: Menjadi instrumen evaluasi kurikulum berbasis umpan balik (feedback) langsung dari praktisi industri, guna memastikan kualitas pembelajaran tetap up-to-date.

  • Bagi Alumni: Wadah pengabdian untuk ikut serta membentuk karakter dan mengasah kompetensi calon arsitek masa depan, sekaligus mempererat jejaring profesional antar-generasi.

Menyiapkan Lulusan Arsitektur ITI yang Adaptif dan Siap Kerja

Penerapan metode tinjauan eksternal dalam ujian Studio Perancangan Arsitektur 4 sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang dicanangkan oleh Kemdiktisaintek untuk mendekatkan dunia akademik dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Melalui keterlibatan aktif para alumni praktisi di studio perancangan, civitas akademika Program Studi Arsitektur ITI optimis dapat terus melahirkan lulusan-lulusan yang unggul. Para calon arsitek muda ini diharapkan tidak hanya tangguh secara akademis, tetapi juga siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi rancang bangun, serta memiliki daya saing tinggi begitu memasuki industri arsitektur nasional.

Soroti Karya Tugas Akhir Terbaik, Archwork X Universitas Pembangunan Jaya Hadirkan Ar. Jerrino Soedarno sebagai Reviewer

Tangerang Selatan, 28 April 2026 – Rangkaian acara dua tahunan bergengsi Program Studi Arsitektur Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Archwork X Tahun 2026, kembali digelar. Memasuki gelaran kesepuluhnya, Archwork X tahun ini mengusung tema mendalam “Designing Presence: Space, Memory, Belonging” yang berlangsung marathon mulai dari 06 April hingga 01 Mei 2026.

Salah satu agenda puncak yang paling dinantikan terselenggara pada Selasa, 28 April 2026. Archwork X menggelar sesi review eksklusif dengan mengundang arsitek profesional terkemuka dan dosen Prodi Arsitektur Institut Teknologi  Indonesia, Ar. Jerrino Soedarno, IAI, sebagai reviewer utama. Kehadiran beliau bertujuan untuk memberikan tanggapan, kritik membangun, serta penilaian objektif terhadap karya-karya Tugas Akhir (TA) terbaik mahasiswa arsitektur.

Sinergi 7 Perguruan Tinggi Ternama di Jakarta dan Banten

Sesi pameran dan peninjauan karya kali ini menjadi sangat kompetitif dan menarik karena melibatkan representasi karya mahasiswa dari 7 Perguruan Tinggi papan atas di wilayah Jakarta dan Banten. Kampus-kampus yang mengirimkan delegasi karya terbaiknya antara lain:

  1. Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) sebagai tuan rumah

  2. Universitas Pelita Harapan (UPH)

  3. Universitas Gunadarma

  4. Universitas Pradita

  5. President University

  6. Universitas Podomoro

  7. Universitas Tanri Abeng

Tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa arsitektur yang unjuk gigi, atmosfer akademik terasa kian kental dengan kehadiran para dosen pembimbing Tugas Akhir dari masing-masing perguruan tinggi. Mereka hadir mendampingi langsung para mahasiswa peserta untuk memberikan dukungan moral sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan lanskap pendidikan arsitektur terkini.

Mengeksplorasi Ruang, Memori, dan Rasa Memiliki

Tema “Designing Presence: Space, Memory, Belonging” yang diangkat dalam Archwork X kali ini menantang para calon arsitek untuk tidak sekadar merancang bangunan fisik yang estetis. Lebih dari itu, mereka dituntut mampu menciptakan ruang yang memiliki jiwa, merawat memori kolektif, dan menumbuhkan rasa memiliki (belonging) bagi masyarakat urban modern.

Melalui diskusi interaktif bersama Ar. Jerrino Soedarno, IAI, para mahasiswa mendapatkan insight berharga mengenai bagaimana membawa konsep teoritis Tugas Akhir mereka ke dalam realita praktik industri arsitektur yang dinamis.

Kegiatan interaktif skala regional seperti Archwork X ini diharapkan dapat terus memacu standardisasi kualitas lulusan arsitektur di Indonesia, sekaligus mempererat jejaring kolaborasi antar-arsitek muda, akademisi, dan praktisi profesional di masa depan.

Translate »