Edukasi Arsitektur Melayu Bangka Lewat Inovasi Wooden Puzzle 3D di Expo Inovasi 2024

Edukasi Arsitektur Melayu Bangka Lewat Inovasi Wooden Puzzle 3D di Expo Inovasi 2024

TANGERANG SELATAN – Pelestarian budaya lokal kini hadir dalam bentuk yang lebih interaktif, edukatif, dan modern. Dalam gelaran Expo Inovasi 2024 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sebuah produk Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa wooden puzzle 3D arsitektur Rumah Panggung Melayu Bangka berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung.

Kegiatan pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Desember 2024, bertempat di lokasi strategis Bintaro Jaya Xchange (BXC). Produk inovatif ini merupakan hasil rancangan, riset, dan komersialisasi dari tim yang dipimpin oleh Ibu Intan Findanavy Ridzqo, S.T., M.Ars., dosen dari program studi Arsitektur ITI, yang berfokus pada pengenalan kekayaan arsitektur Nusantara melalui media permainan edukatif.

Menjembatani Teori Arsitektur dan Permainan Interaktif

Arsitektur seringkali dianggap sebagai bidang yang berat dan teknis. Namun, melalui proyek ini, kompleksitas Vernacular Architecture (Arsitektur Vernakular) disederhanakan tanpa mengurangi nilai keilmiahannya. Wooden puzzle 3D ini bukan sekadar mainan, melainkan media “Bermain Tektonika”.

Konsep tektonika dalam arsitektur merujuk pada seni menyambung material hingga menjadi struktur yang kokoh. Dengan menyusun kepingan puzzle ini, masyarakat diajak memahami bagaimana Rumah Panggung Melayu berdiri mulai dari sistem fondasi, tiang penopang, hingga detail atap pelana yang khas.

Magnet Pengunjung di Bintaro Jaya Xchange

Berbeda dengan stan pameran pada umumnya yang bersifat statis atau hanya menampilkan poster, stan produk wooden puzzle ini menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk bermain langsung di lokasi. Strategi “hands-on experience” ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung mal, khususnya segmen keluarga yang membawa anak-anak.

“Kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat. Dengan merakit sendiri, pengunjung bisa memahami struktur dan keunikan arsitektur rumah panggung Melayu Bangka secara mendalam,” ujar perwakilan tim di lokasi pameran.

Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi saat mereka mencoba menyusun kepingan kayu hingga membentuk miniatur bangunan yang presisi. Hal ini membuktikan bahwa produk teknologi tepat guna ini mampu menjadi media belajar yang menyenangkan bagi generasi muda, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Bangka di tengah modernitas kota Tangerang Selatan.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Komunikasi Publik

Kesuksesan pameran ini juga tidak lepas dari peran aktif para mahasiswa yang dilibatkan dalam manajemen operasional stan. Mahasiswa tidak hanya bertugas menyapa pengunjung, tetapi juga berperan sebagai fasilitator edukasi. Mereka memberikan penjelasan mengenai:

  1. Nilai Sejarah: Mengapa rumah di Bangka berbentuk panggung untuk menghindari pasang air laut atau gangguan hewan liar.

  2. Filosofi Ruang: Pembagian ruang pada rumah tradisional yang mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat Melayu.

  3. Detail Konstruksi: Cara kerja sambungan kayu tanpa paku yang menjadi ciri khas arsitektur Nusantara.

Keterlibatan mahasiswa ini terbukti efektif dalam membangun suasana stan yang dinamis dan informatif. Dampaknya sangat nyata; selama tiga hari pameran, produk wooden puzzle 3D ini mencatatkan angka penjualan yang signifikan, melampaui target awal tim.

Hilirisasi Riset dan Misi Pelestarian Budaya

Rumah panggung Melayu Bangka yang menjadi inspirasi utama produk ini dikenal memiliki karakteristik arsitektur yang sangat adaptif terhadap lingkungan tropis. Melalui produk puzzle 3D ini, Ibu Intan Findanavy Ridzqo dan tim berharap nilai-nilai arsitektur tradisional tersebut dapat terus diingat dan dipelajari oleh masyarakat luas, meski dalam format yang modern dan komersial.

Expo Inovasi 2024 sendiri merupakan ajang tahunan yang krusial bagi Pemkot Tangerang Selatan. Acara ini bertujuan memamerkan berbagai temuan dan kreativitas warganya, sekaligus mendorong hilirisasi riset. Artinya, hasil pemikiran dari bangku perkuliahan tidak hanya berakhir sebagai laporan di perpustakaan, tetapi menjelma menjadi produk nyata yang dapat dinikmati dan dibeli langsung oleh masyarakat.

Dengan adanya inovasi seperti wooden puzzle 3D ini, kita melihat masa depan pelestarian budaya yang lebih cerah. Arsitektur tradisional tidak lagi hanya ditemukan di museum, tetapi hadir di ruang keluarga melalui permainan yang mengasah kreativitas dan kecintaan terhadap tanah air.

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

TANGERANG SELATAN – Dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan kampus merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme calon arsitek. Pada 5 Februari 2026, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) [tautan mencurigakan telah dihapus] melaksanakan rapat program kerja bersama pembina himpunan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dan pemantapan agenda kegiatan kemahasiswaan pada periode kepengurusan berjalan.

Rapat koordinasi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara pengurus HMA dan pembina himpunan. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan setiap agenda yang dijalankan memiliki dampak yang terukur bagi pengembangan diri mahasiswa dan nama baik institusi.

Fokus Utama: Akademik, Soft Skills, dan Pengabdian

Dalam suasana yang dialogis dan konstruktif, pengurus HMA memaparkan rancangan kegiatan yang mencakup berbagai aspek fundamental dalam Architecture Education. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Penguatan Akademik: Penyelenggaraan workshop perangkat lunak arsitektur, diskusi bedah karya, dan pelatihan sketsa lapangan yang menunjang kurikulum utama.

  2. Pengembangan Minat dan Bakat: Fasilitasi bagi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi arsitektur nasional maupun internasional, serta pameran karya rutin.

  3. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM): Implementasi ilmu arsitektur dalam membantu permasalahan lingkungan sekitar, sejalan dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  4. Karakter dan Kepemimpinan: Pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan guna mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja profesional.

Pembina himpunan dalam arahannya menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Program kerja yang disusun tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus memiliki nilai keberlanjutan (sustainability) agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lintas generasi mahasiswa.

Pentingnya Manajemen Organisasi bagi Calon Arsitek

Mengapa manajemen organisasi sangat penting bagi mahasiswa arsitektur? Di dunia profesional, seorang arsitek tidak hanya dituntut mahir dalam mendesain, tetapi juga harus memiliki kemampuan Project Management yang baik, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim yang solid.

Melalui himpunan mahasiswa, calon arsitek belajar bagaimana mengelola sumber daya, mengatur waktu di antara kesibukan studio, serta bernegosiasi dengan berbagai pihak. Pengalaman inilah yang nantinya menjadi nilai tambah (value-added) saat mereka memasuki industri jasa konstruksi dan perancangan.

Adaptabilitas dan Kolaborasi di Era Digital

Rapat ini juga menyoroti pentingnya sifat adaptif dalam berorganisasi. HMA ITI berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam setiap publikasi dan pelaksanaan program kerjanya. Kolaborasi dengan pihak eksternal, baik itu ikatan alumni maupun asosiasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), menjadi salah satu poin evaluasi yang diberikan oleh pembina.

Sinergi antara mahasiswa dan pembina memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berada pada koridor akademik yang tepat. “Setiap program kerja harus mampu menjadi wadah pembelajaran organisasi yang meningkatkan kapasitas mahasiswa secara komprehensif”.

Membangun Atmosfer Akademik yang Positif

Kegiatan rapat program kerja ini menegaskan komitmen Arsitektur ITI untuk terus berperan aktif sebagai organisasi kemahasiswaan yang bertanggung jawab. Dengan atmosfer akademik yang positif, mahasiswa akan lebih termotivasi untuk berprestasi dan berinovasi.

Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus HMA ITI menyepakati poin-poin perbaikan yang diberikan. Langkah selanjutnya adalah implementasi nyata dari agenda yang telah disahkan, dengan harapan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu arsitektur dan kemajuan lingkungan kampus Institut Teknologi Indonesia.

Dua Karya Mahasiswa Arsitektur ITI Lolos AFAIR UI 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI, AFAIR UI 2026, Architecture Fair Universitas Indonesia, pameran arsitektur mahasiswa, Studio Perancangan Arsitektur ITIDua karya mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) berhasil lolos kurasi dan terpilih untuk dipamerkan dalam Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2026, sebuah pameran karya mahasiswa arsitektur tingkat nasional yang diselenggarakan pada 20–26 Januari 2026 di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, Jakarta.

Karya Mahasiswa Arsitektur ITI yang Dipamerkan

Karya yang lolos kurasi pada AFAIR UI 2026 terdiri atas Desain Formula 1 Pit Building karya Mohammad Zaky Zidan dan Re-desain Atang Sendjaja Domestic Airport karya Hasbi Fadillah. Kedua proyek tersebut merupakan hasil pembelajaran dalam mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5 pada Program Studi Arsitektur ITI.

Studio Perancangan Arsitektur 5 dirancang untuk melatih mahasiswa dalam mengembangkan gagasan desain yang kontekstual, berbasis riset, dan bertanggung jawab, baik dari sisi fungsi, struktur, maupun dampak sosial dan lingkungan.

Architecture Fair Universitas Indonesia (AFAIR UI) 2026 diselenggarakan oleh mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia sebagai bentuk refleksi atas kegelisahan dunia pendidikan arsitektur terhadap derasnya arus informasi instan dan pendekatan desain yang semakin dangkal.

Melalui pameran ini, mahasiswa didorong untuk kembali mengedepankan pemikiran desain yang mendalam, berbasis pengetahuan, dan peka terhadap konteks sosial, sekaligus mampu merespons tantangan arsitektur kontemporer.

Pameran karya mahasiswa arsitektur se-Indonesia ini menunjukkan bahwa desain arsitektur tetap relevan ketika dikaitkan dengan berbagai isu strategis, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta lingkungan.

Nilai-nilai tersebut tercermin secara nyata dalam konsep, pendekatan ruang, dan narasi desain yang dihadirkan oleh para peserta, termasuk karya mahasiswa Arsitektur ITI.

Keikutsertaan mahasiswa Arsitektur ITI dalam AFAIR UI 2026 menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Arsitektur ITI dalam menjaga kualitas pembelajaran studio perancangan yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Partisipasi ini juga membuka ruang jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisi ITI dalam pengembangan pendidikan arsitektur di Indonesia.

Karya mahasiswa Arsitektur ITI berupa desain Formula 1 Pit Building yang dipamerkan pada AFAIR UI 2026

Strategis! Sinergitas Alumni dalam Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI Dorong Kesiapan Lulusan

Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI merupakan mata kuliah studio lanjutan pada Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang dirancang untuk memperkuat capaian pembelajaran mahasiswa melalui integrasi antara pendekatan akademik dan praktik profesional. Implementasi mata kuliah ini diwujudkan melalui kegiatan Kolokium Paparan Hasil Karya Mahasiswa yang melibatkan alumni praktisi arsitek sebagai reviewer, sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kegiatan kolokium tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Ruang Studio Arsitektur Gedung F Lantai 3, Kampus ITI. Kolokium diikuti oleh mahasiswa Semester VII Program Studi Arsitektur ITI yang sedang menempuh mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5, dengan agenda utama evaluasi komprehensif terhadap hasil perancangan yang telah dikembangkan selama satu semester.

Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI dalam Kerangka Kurikulum OBE

Sebagai bagian dari kurikulum berbasis OBE, Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI diarahkan untuk mencapai capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang menekankan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah desain, serta penerapan pengetahuan arsitektur dalam konteks nyata. Pendekatan OBE sendiri telah menjadi standar nasional pendidikan tinggi sebagaimana diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi

Mata kuliah ini menuntut mahasiswa untuk mampu mengintegrasikan aspek konsep desain, tapak, fungsi, struktur, utilitas, regulasi bangunan, serta pertimbangan sosial-ekonomi dalam satu kesatuan rancangan arsitektur yang utuh.

Melalui mekanisme kolokium, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada output gambar desain, tetapi juga pada proses argumentasi, justifikasi konsep, serta kemampuan komunikasi profesional mahasiswa. Hal ini sejalan dengan prinsip OBE yang menempatkan hasil belajar terukur sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran.

Keterlibatan alumni praktisi arsitek dalam kolokium Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI merupakan bentuk sinergi antara institusi pendidikan dengan dunia profesional. Alumni berperan sebagai reviewer independen yang memberikan masukan objektif terkait kualitas desain, kelayakan fungsi, efisiensi ruang, konstruksi, serta kesesuaian rancangan dengan kebutuhan pengguna dan kondisi lapangan.

Masukan dari alumni praktisi memberikan perspektif dunia kerja yang autentik kepada mahasiswa. Melalui proses ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa praktik arsitektur profesional—sebagaimana dijalankan oleh anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)—dihadapkan pada berbagai tantangan nyata, seperti keterbatasan anggaran, tuntutan klien, regulasi bangunan, serta dinamika pasar jasa arsitektur.

Kegiatan kolokium ini menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menjembatani perbedaan antara dunia akademik dan dunia praktik. Dunia akademik menekankan penguasaan teori, idealisme desain, serta eksplorasi konsep, sementara dunia praktik arsitektur beroperasi dalam kerangka bisnis dan kondisi riil lapangan.

Melalui Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI, mahasiswa dilatih untuk menyesuaikan idealisme akademik dengan kebutuhan nyata, sehingga mampu menghasilkan rancangan yang tidak hanya inovatif secara konseptual, tetapi juga realistis, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri dan profesi arsitektur.

Kolokium ini juga mencerminkan upaya penguatan sense of belonging seluruh unsur pemangku kepentingan, khususnya alumni, mahasiswa, dan dosen. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata tanggung jawab bersama dalam membangun kualitas proses dan hasil pembelajaran di Program Studi Arsitektur ITI.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap pengembangan institusi dan peningkatan mutu lulusan. Hal ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan kolokium Studio Perancangan Arsitektur 5 ITI, mahasiswa memperoleh pengalaman evaluasi desain yang mendekati proses profesional. Pengalaman ini membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai tuntutan profesi arsitek, baik dari aspek teknis, konseptual, maupun non-teknis.

Dengan demikian, diharapkan lulusan Program Studi Arsitektur ITI mampu menghasilkan produk rancangan yang marketable, demandable, dan sellable, serta memiliki kesiapan tinggi untuk beradaptasi dengan dinamika dunia kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan penerapan kurikulum OBE dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan arsitektur.

Membanggakan! Mahasiswa Arsitektur ITI Tampil sebagai Presenter pada International Architecture & Interior Design Showcase 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter pada International Architecture & Interior Design Showcase 2026

Mahasiswa Arsitektur ITI kembali menunjukkan kapasitas dan daya saing akademik di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Mohammad Zaky Zidan, berpartisipasi sebagai presenter pada kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 yang diselenggarakan pada 17 Januari 2026 secara daring melalui platform Zoom.

Keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum internasional ini merupakan wujud implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), khususnya dalam penguatan kemampuan komunikasi akademik, pemikiran kritis, serta penguasaan substansi keilmuan arsitektur dalam konteks global.

Presentasi Karya Arsitektur Berbasis Isu Perkotaan Global

Pada kesempatan tersebut, Mohammad Zaky Zidan mempresentasikan karya berjudul “Pit Buildings for Formula 1 Street Circuits”. Karya ini mengangkat gagasan perancangan fasilitas pit building pada sirkuit balap jalan raya Formula 1 dengan pendekatan desain yang fungsional, kontekstual, dan adaptif terhadap lingkungan perkotaan.

Konsep perancangan menitikberatkan pada integrasi antara kebutuhan teknis balap internasional dengan karakter kawasan urban, meliputi pengaturan sirkulasi, keselamatan pengguna, efisiensi ruang, serta dampak terhadap lingkungan sekitar. Karya tersebut mencerminkan kemampuan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam merespons isu desain kontemporer yang kompleks dan multidisipliner.

Kegiatan International Architecture & Interior Design Showcase 2026 merupakan wujud nyata implementasi kerja sama akademik antara Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan City University Malaysia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi yang secara konsisten mendorong pertukaran gagasan, pengalaman akademik, serta jejaring internasional di bidang arsitektur dan desain interior.

Forum internasional ini diikuti oleh mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, Pakistan, dan Brunei Darussalam. Keberagaman latar belakang peserta memperkaya diskusi dan perspektif terhadap isu-isu arsitektur global.

International Architecture & Interior Design Showcase 2026 menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mempresentasikan gagasan, karya, dan pendekatan desain yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, seperti keberlanjutan lingkungan, konteks lokal, urban living, serta pengembangan kawasan perkotaan.

Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI sebagai presenter mencerminkan capaian pembelajaran yang selaras dengan profil lulusan Program Studi Arsitektur ITI, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global.

Selain sebagai ajang presentasi karya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media pertukaran wawasan dan pengalaman antar mahasiswa serta akademisi lintas negara. Interaksi akademik lintas budaya yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat memperluas perspektif Mahasiswa Arsitektur ITI dalam menghadapi dinamika profesi arsitek di masa depan.

Jejaring internasional yang terbentuk melalui forum ini menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan karier profesional, kolaborasi riset, maupun peluang studi lanjut di tingkat global.

Melalui keikutsertaan Mahasiswa Arsitektur ITI dalam International Architecture & Interior Design Showcase 2026, Institut Teknologi Indonesia (ITI) menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi global lulusan, serta pengembangan kerja sama internasional di bidang arsitektur dan lingkungan binaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran berbasis OBE yang berorientasi pada capaian nyata dan relevan dengan kebutuhan global, serta memperkuat posisi Program Studi Arsitektur ITI dalam kancah akademik internasional.

Partisipasi Mahasiswa Arsitektur ITI dalam forum ini menjadi indikator capaian pembelajaran berbasis OBE yang menekankan kompetensi global, komunikasi akademik, dan daya saing lulusan. Keterlibatan Mahasiswa Arsitektur ITI pada kegiatan internasional ini memperkuat posisi institusi dalam pengembangan pendidikan arsitektur berstandar global.

Translate »