
FGD Prodi Arsitektur ITI menjadi langkah strategis dalam upaya peningkatan mutu akademik dan relevansi lulusan. Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Visi Keilmuan dan Profil Lulusan pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Gedung Bakrie, Kampus ITI, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan eksternal, mulai dari mitra industri, pengguna lulusan, perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten, alumni, hingga tim dosen Prodi Arsitektur ITI. Pelibatan unsur eksternal ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa arah pengembangan keilmuan dan kurikulum Prodi Arsitektur ITI selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika profesi arsitek.
FGD Prodi Arsitektur ITI sebagai Bagian Peninjauan Kurikulum
Pelaksanaan FGD Prodi Arsitektur ITI merupakan rangkaian dari proses peninjauan dan pengembangan kurikulum agar sesuai dengan:
- Regulasi pendidikan tinggi terkini
- Perkembangan profesi arsitek
- Kebutuhan industri arsitektur dan konstruksi yang semakin kompleks
Dalam pengantar kegiatan, Ketua Program Studi Arsitektur ITI menyampaikan bahwa kurikulum harus mampu menjawab tantangan zaman dengan menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan berdampak, sejalan dengan transformasi visi ITI sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan inovasi.
Informasi mengenai kebijakan pendidikan tinggi dan pengembangan SDM konstruksi dapat diakses melalui Kementerian PUPR:
https://pu.go.id
Diskusi yang berlangsung secara intensif dalam FGD Prodi Arsitektur ITI menghasilkan berbagai masukan strategis terkait arah keilmuan arsitektur dan profil lulusan. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah fakta bahwa kurang dari 10% lulusan berkarier sebagai arsitek profesional.
Oleh karena itu, peserta FGD sepakat bahwa kurikulum perlu membuka jalur kompetensi yang lebih luas, antara lain:
- Rekayasa dan teknologi arsitektur
- Manajemen proyek dan konstruksi
- Industri konstruksi dan properti
- Kewirausahaan arsitektur
- Bidang lintas disiplin berbasis teknologi
Selain itu, kebutuhan penguatan literasi teknologi juga menjadi perhatian utama, mencakup:
- Building Information Modeling (BIM)
- Regulasi dan standar bangunan
- Green building dan arsitektur berkelanjutan
- Penelitian terapan
- Kolaborasi lintas profesi
Peran organisasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) juga menjadi rujukan penting dalam pengembangan kompetensi lulusan.
https://iai.or.id
Rumusan Visi Keilmuan Baru Prodi Arsitektur ITI
Melalui FGD Prodi Arsitektur ITI, dirumuskan draft visi keilmuan baru sebagai berikut:
“Menjadi Program Studi Arsitektur yang unggul dalam pembelajaran dan pengembangan ilmu arsitektur yang berwawasan lingkungan tropis, melalui teknologi dan inovasi tepat guna yang mampu bersaing secara global dan profesional.”
Visi ini selaras dengan visi Institut Teknologi Indonesia, yaitu:
“Menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Teknologi dan Inovasi, Mencetak Profesional Unggul, Berdaya Saing Internasional, Adaptif terhadap Kemajuan Zaman, dan Berintegritas.”
Profil dan program akademik ITI dapat diakses melalui:
https://iti.ac.id
Selain visi keilmuan, FGD Prodi Arsitektur ITI juga memberikan arahan dalam perumusan:
- Tujuan Program Studi
- Profil lulusan
- Strategi pencapaian visi
Penguatan mata kuliah diarahkan pada bidang:
- Arsitektur tropis
- Bangunan hijau
- Manajemen proyek
- Regulasi bangunan
- Kewirausahaan arsitektur

Kegiatan FGD Prodi Arsitektur ITI ditutup dengan penyampaian rangkuman hasil diskusi oleh moderator serta sesi foto bersama seluruh peserta. Hasil lengkap FGD ini akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kurikulum terbaru yang lebih relevan, kompetitif, dan responsif terhadap kebutuhan industri serta masa depan profesi arsitektur.
Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses di: https://ars.iti.ac.id/







