Coloring the Future 2025: Kolaborasi Inspiratif Program Studi Arsitektur ITI dan Avian Brands

Coloring the Future 2025 Program Studi Arsitektur ITI dan Avian Brands

Coloring the Future 2025 merupakan kegiatan Campus Roadshow hasil kolaborasi antara Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan Avian Brands yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di Kampus ITI, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif edukatif Avian Brands dalam memperkenalkan dunia pewarnaan, inovasi produk cat, serta penerapannya dalam desain arsitektur kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa arsitektur.

Melalui Coloring the Future 2025, mahasiswa Arsitektur ITI memperoleh wawasan aplikatif mengenai peran warna dalam membentuk kualitas ruang, estetika bangunan, serta nilai fungsional dan keberlanjutan desain arsitektur.

Coloring the Future 2025 sebagai Kolaborasi Dunia Industri dan Akademik

Kegiatan Coloring the Future 2025 mencerminkan sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan industri bahan bangunan. Program Studi Arsitektur ITI secara konsisten mendorong kolaborasi dengan mitra industri guna menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri arsitektur.

Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
đź”— https://kemdiktisaintek.go.id/

Dalam pelaksanaan Coloring the Future 2025, kegiatan menghadirkan dua narasumber profesional dari Avian Brands, yaitu:

  • Ibu Mely Yanti, Marketing Manager Premium Paint Series Avian Brands
  • Ibu Ellen Yovita, Marketing Manager Medium Paint Series Avian Brands

Keduanya menyampaikan materi komprehensif mengenai strategi pemasaran produk cat, pengenalan jenis dan karakteristik cat unggulan, serta penerapan warna dalam konteks desain arsitektur dan industri kreatif.

Melalui pemaparan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pemilihan warna dan material tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan fungsi ruang, psikologi pengguna, serta nilai ekonomi dan keberlanjutan bangunan.

Kegiatan Coloring the Future 2025 dirancang secara interaktif untuk meningkatkan partisipasi dan pengalaman belajar mahasiswa. Rangkaian acara meliputi:

  • Sesi talkshow inspiratif bersama praktisi industri
  • Painting experience untuk mengenal langsung karakteristik produk cat
  • Mini games edukatif dan interaktif
  • Sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber

Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) kepada mahasiswa dalam mengenal produk cat berkualitas serta aplikasinya dalam dunia desain arsitektur.

Melalui Coloring the Future 2025, mahasiswa Arsitektur ITI memperoleh nilai tambah berupa wawasan praktis yang melengkapi pembelajaran teoritis di kelas. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap pemilihan warna, material, dan produk finishing dalam proses perancangan arsitektur.

Dampak positif yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:

  • peningkatan pemahaman tentang warna dan material bangunan,
  • penguatan kompetensi desain arsitektur berbasis industri,
  • kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional,
  • penguatan kreativitas dan inovasi dalam perancangan ruang.

Partisipasi aktif Program Studi Arsitektur ITI dalam Coloring the Future 2025 menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan industri arsitektur dan konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra industri sebagai bagian dari penguatan Outcome-Based Education (OBE) serta peningkatan kualitas lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
đź”— https://ars.iti.ac.id/

Tentang Avian Brands

Avian Brands merupakan salah satu produsen cat terkemuka di Indonesia yang secara konsisten mendukung kegiatan edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang desain dan arsitektur.

đź”— Situs resmi Avian Brands:
https://avianbrands.com/

Magang MBKM Prodi Arsitektur ITI Periode Genap 2024-2025

✨Halooo mahasiswa Arsitektur ITI ✨

Telah dibuka program Magang MBKM Prodi Arsitektur ITI yang berkolaborasi dengan beberapa mitra Industri.
âś…PT Sarana Anugerah Perdana
âś…Casani Studio

Teman teman bisa memperoleh konversi nilai sebanyak 20 SKS pada periode semester Genap 2024 / 2025

Bagi yang berminat mendaftar, silahkan melakukan pendaftaran pada link berikut :
https://forms.gle/4kK7wCcgLEuhkYFv7
atau datang ke sekretariat prodi arsitektur.

Pendaftaran ditutup pada 21 Februari 2025.

Salam,
Arsitektur

Gedung Pintar: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Arsitektur ITI ke Pusat Riset Energi BRIN

Gedung Pintar Mahasiswa Arsitektur ITI di Pusat Riset Energi BRIN

Gedung Pintar menjadi fokus utama kunjungan studi Mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) ke Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi (PRKKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin, 9 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Program Studi Arsitektur ITI.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep bangunan cerdas serta bagaimana berbagai sistem teknologi bekerja secara terintegrasi untuk menciptakan ruang dalam yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

Gedung Pintar dalam Perspektif Arsitektur Berkelanjutan

Dalam konteks arsitektur berkelanjutan, gedung berbasis teknologi cerdas dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta meminimalkan dampak lingkungan. Konsep ini sejalan dengan kebijakan efisiensi energi nasional yang dikembangkan melalui riset dan inovasi.

Sebagai lembaga riset nasional, BRIN berperan aktif dalam pengembangan teknologi bangunan dan konservasi energi di Indonesia.

Kegiatan kunjungan studi ini disusun secara sistematis agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam tiga sesi utama.

Sesi pertama, mahasiswa mendapatkan penjelasan teori mengenai konsep bangunan cerdas, prinsip kerja sistem energi, serta penerapan teknologi dalam bangunan modern.

Sesi kedua, mahasiswa melakukan pengamatan langsung di ruang kontrol untuk memahami sistem monitoring dan pengelolaan energi bangunan.

Sesi ketiga, mahasiswa memperoleh penjelasan mendalam mengenai berbagai komponen sistem, seperti sensor, aktuator, dan sistem otomasi bangunan yang digunakan dalam riset konservasi energi.

Kegiatan ini mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di lingkungan Institut Teknologi Indonesia

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan praktik nyata, khususnya dalam perancangan bangunan yang responsif terhadap isu energi dan keberlanjutan.

Melalui kunjungan ke PRKKE BRIN, mahasiswa memperoleh wawasan lintas disiplin yang mengintegrasikan desain arsitektur, sistem energi, dan teknologi bangunan. Pemahaman ini sangat bermanfaat dalam pengerjaan tugas studio, riset akademik, serta persiapan menghadapi dunia profesional.

Pengalaman belajar langsung di pusat riset juga memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran arsitek dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan transformasi teknologi di sektor konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI secara konsisten menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan industri dan riset nasional. Kolaborasi dengan lembaga seperti BRIN menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan serta penguatan jejaring institusional.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Program Studi Arsitektur ITI dalam mencetak arsitek yang adaptif, berwawasan teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI: 1 Hari Berharga di PT Muliaglass

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI ke PT Muliaglass Perkuat Pemahaman Material Bangunan

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI ke PT MuliaglassStudi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI dilaksanakan melalui kunjungan industri ke PT Muliaglass pada Jumat, 29 November 2024. Kegiatan akademik ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) guna memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap material bangunan serta aplikasinya dalam praktik perancangan arsitektur. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pembimbing, Jerrino Soedarno, MEP.Arch.

Melalui kegiatan studi ekskursi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis yang selama ini dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan industri manufaktur material bangunan. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan ini sejalan dengan penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran nyata, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Informasi mengenai kegiatan akademik dan kurikulum dapat diakses melalui laman resmi https://ars.iti.ac.id/

Dalam pendidikan arsitektur, pemahaman terhadap material bangunan merupakan kompetensi dasar yang sangat penting. Material tidak hanya berperan sebagai elemen konstruksi, tetapi juga memengaruhi kualitas ruang, estetika bangunan, efisiensi energi, serta keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, studi ekskursi mahasiswa arsitektur ITI dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menjembatani teori dan praktik.

Melalui kunjungan ke PT Muliaglass, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung berbagai jenis material yang umum digunakan dalam dunia arsitektur modern, khususnya float glass, glassblock, dan keramik. Material-material tersebut memiliki peran strategis dalam desain fasad, pencahayaan alami, serta pembentukan karakter visual bangunan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diajak untuk menyaksikan secara langsung tahapan proses produksi material bangunan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses manufaktur, hingga produk akhir siap digunakan. Penjelasan yang disampaikan oleh pihak industri memberikan gambaran komprehensif mengenai standar kualitas, teknologi produksi, serta sistem pengendalian mutu yang diterapkan.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai aspek keselamatan kerja dan efisiensi produksi dalam industri material bangunan. Interaksi langsung dengan tenaga profesional di PT Muliaglass memungkinkan mahasiswa memahami tantangan nyata yang dihadapi industri, sekaligus melihat bagaimana inovasi teknologi diterapkan untuk menjaga kualitas produk.

Profil perusahaan dan informasi produk PT Muliaglass dapat diakses melalui
https://www.muliaglass.com/

Kegiatan studi ekskursi mahasiswa arsitektur ITI memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di studio perancangan. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik material memungkinkan mahasiswa menghasilkan desain yang lebih realistis, aplikatif, dan sesuai dengan standar industri.

Menurut dosen pendamping, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dalam mengembangkan karya arsitektur. “Semoga kunjungan ini dapat membuka cakrawala dan memberi dimensi baru bagi mahasiswa dalam tugas studio dan nantinya dalam berkarya sebagai profesi arsitek,” ujar Jerrino Soedarno, MEP.Arch.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dilatih untuk berpikir kritis dalam memilih material yang sesuai dengan konsep desain, konteks lingkungan, serta kebutuhan pengguna bangunan.

Studi ekskursi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana keputusan desain arsitektur harus mempertimbangkan ketersediaan material, metode produksi, efisiensi biaya, serta keberlanjutan.

Pengalaman belajar di lingkungan industri membantu mahasiswa memahami bahwa peran arsitek tidak hanya terbatas pada aspek desain, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap proses produksi material dan kolaborasi lintas disiplin dengan pelaku industri konstruksi.

Kegiatan ini mendukung capaian pembelajaran lulusan yang ditetapkan oleh Institut Teknologi Indonesia.

Melalui studi ekskursi, mahasiswa mengembangkan kemampuan observasi, analisis material, komunikasi profesional, serta pemahaman kontekstual yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja. Pengalaman ini juga memperkuat kesiapan mahasiswa untuk beradaptasi dengan dinamika industri arsitektur dan konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan industri. Studi ekskursi ke PT Muliaglass merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta daya saing lulusan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa dan mendorong lahirnya arsitek muda yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada kualitas serta keberlanjutan.

Ngopisore 14.0: Jelajahi Desain Karya Arsitektur Gedung Laboratorium Putar

Ngopi Sore adalah kegiatan ngobrol santai bercerita tentang pengalaman sambil memetik ilmu dan menikmati hidangan kopi sore. Pada kesempatan Ngopi Sore 14.0 kali ini menjelajahi desain khusus karya arsitektur Gedung Laboratorium Putar dan sekaligus melihat kegiatan riset material kulit bangunan yang sedang berlangsung di Laboratorium Putar Kulit Bangunan.

Sabtu, 28 September 2024, rekan-rekan mahasiswa dan dosen arsitektur dari berbagai universitas seperti Universitas Matana, Universitas Faletehan dan Universitas Multimedia Nusantara serta alumni lintas angkatan berkumpul di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Bukan sekadar ngopi sore biasa, mereka mengikuti acara Ngopisore 14.0 “DRAG OUT THE FACT OF BUILDING ENVELOPE” untuk mengungkap fakta yang secara lugas disampaikan oleh pemateri tentang pentingnya pemilihan bahan dan konstruksi kulit bangunan yang tepat untuk desain bangunan yang hemat energi.

Acara yang digagas oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten bekerja sama dengan Prodi Arsitektur ITI ini menghadirkan Jerrino Soedarno, seorang arsitek berpengalaman sekaligus dosen dan peneliti Prodi Arsitektur ITI, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Jerrino menekankan bahwa pemilihan bahan bangunan yang tepat merupakan kunci untuk mencapai efisiensi energi pada bangunan gedung, mereduksi emisi gas rumah kaca dan pemanasan global.

“Kulit bangunan atau building envelope memiliki peran yang sangat krusial dalam mengatur suhu di dalam ruangan,” ujar Jerrino. “Dengan memilih bahan yang memiliki sifat isolasi termal yang baik, kita dapat mengurangi kehilangan atau penambahan panas yang tidak diinginkan, sehingga penggunaan pendingin ruangan atau pemanas ruangan dapat lebih optimal.”

Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak untuk melakukan tur ke Bangunan Gedung Laboratorium Putar Prodi Arsitektur ITI, sebuah fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari perilaku termal berbagai jenis bahan bangunan. Di sini, para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana pengaruh gelombang elektromagnetik radiasi matahari berinteraksi dengan berbagai macam material dimana pada akhirnya akan mempengaruhi suhu di dalam ruangan.

Dengan memahami hal ini, diharapkan dapat menginspirasi para generasi muda arsitek untuk membangun kreativitas dan inovasi baru dalam mencari solusi rancang bangun yang lebih aplikatif terhadap kenyamanan, konservasi dan efisiensi energi.

Translate »