Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI untuk Penguatan Kompetensi Berkelanjutan

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI di Tangerang

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kapasitas dosen dan institusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kepala Laboratorium Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI), Ar. Jerrino Soedarno, MEP.Arch., menghadiri kegiatan Pelatihan Peningkatan Implementasi Konservasi Energi pada Bangunan Gedung di Daerah yang dilaksanakan pada 24–25 November 2025 bertempat di Hotel Grand Zuri, Tangerang.

Kehadiran Ar. Jerrino Soedarno mewakili Program Studi Arsitektur ITI tidak hanya dalam kapasitas akademisi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penerapan prinsip bangunan hemat energi dan arsitektur berkelanjutan, khususnya di tingkat daerah.

Pelatihan Konservasi Energi Bangunan untuk Akademisi dan Pemerintah Daerah

Kegiatan Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis para peserta yang berasal dari pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait. Fokus utama pelatihan adalah implementasi kebijakan dan metode teknis konservasi energi pada bangunan gedung sesuai dengan regulasi nasional.

Pelatihan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan konsumsi energi bangunan serta meningkatkan efisiensi energi nasional. Informasi kebijakan terkait konservasi energi dapat diakses melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM):
https://www.esdm.go.id

Dalam kegiatan ini, terdapat dua jenis pelatihan utama yang diberikan kepada peserta, yaitu:

1. Penerapan Konservasi Energi pada Bangunan

Pelatihan ini berfokus pada:

  • Perhitungan Overall Thermal Transfer Value (OTTV)
  • Perhitungan sistem Light Power Density (LPD)
  • Evaluasi dan perhitungan tingkat pencahayaan alami

Materi ini sangat relevan dengan perancangan bangunan responsif iklim, khususnya dalam konteks arsitektur tropis dan efisiensi energi.

2. Pelaporan Online Manajemen Energi (POME)

Pelatihan kedua membahas Pelaporan Online Manajemen Energi (POME), yaitu sistem pelaporan manajemen energi yang dikembangkan oleh Direktorat Konservasi Energi, Kementerian ESDM. Sistem ini menjadi instrumen penting dalam pemantauan dan evaluasi kinerja energi bangunan gedung.

Partisipasi Kepala Laboratorium dalam Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap:

  • Pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian terapan
  • Peningkatan kualitas pengajaran dan praktikum laboratorium
  • Penguatan mata kuliah terkait energi bangunan dan desain berkelanjutan

Hasil pelatihan ini akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata kuliah yang membahas arsitektur berkelanjutan, bangunan hemat energi, dan perancangan responsif iklim.

Informasi mengenai kegiatan akademik dan pengembangan Prodi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
https://ars.iti.ac.id/

Melalui keikutsertaan dosen dalam Pelatihan Konservasi Energi Bangunan Arsitektur ITI, Institut Teknologi Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi dan inovasi.

Prodi Arsitektur ITI secara berkelanjutan mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif terlibat dalam berbagai program peningkatan kapasitas, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan isu keberlanjutan dan teknologi bangunan masa depan.

Berita dan kegiatan Prodi Arsitektur ITI lainnya dapat dibaca di:
https://ars.iti.ac.id/category/berita

Architecture Goes to Bandung 2025: Program Inspiratif Eksplorasi Arsitektur ITI

Architecture Goes to Bandung merupakan kegiatan akademik lapangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025, sebagai bagian dari program pengayaan pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap desain, teknologi konstruksi, dan praktik profesional arsitektur secara langsung di lapangan.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI mendapatkan pengalaman kontekstual yang tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis, tetapi juga meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu arsitektur kontemporer, teknologi material, dan karya arsitektur ikonik di perkotaan.

Architecture Goes to Bandung sebagai Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kegiatan Architecture Goes to Bandung dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan Program Studi Arsitektur ITI. Mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di ruang kelas diterapkan dalam konteks nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
🔗 https://kemdiktisaintek.go.id/

Rangkaian Architecture Goes to Bandung diawali dengan kunjungan ke PT Beton Elemenindo Putra, sebuah perusahaan manufaktur material konstruksi yang memproduksi B-panel. Pada kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai proses produksi, karakteristik material, serta keunggulan sistem konstruksi pracetak dalam mendukung efisiensi pembangunan.

Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa Arsitektur ITI memahami bagaimana pemilihan material berpengaruh terhadap aspek struktural, biaya konstruksi, waktu pelaksanaan, serta keberlanjutan bangunan.

Destinasi berikutnya dalam agenda Architecture Goes to Bandung adalah Studio Akanoma, salah satu biro arsitektur yang dikenal dengan pendekatan desain kontekstual dan eksploratif. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai proses perancangan arsitektur dari tahap konsep hingga realisasi.

Mahasiswa berkesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi arsitek mengenai filosofi desain, dinamika klien, tantangan proyek, serta realitas praktik profesional. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja arsitektur.

Puncak kegiatan Architecture Goes to Bandung adalah kunjungan ke Masjid Raya Al-Jabbar, salah satu landmark arsitektur modern di Jawa Barat. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap aspek desain, struktur, sistem bangunan, serta integrasi masjid dengan lingkungan sekitarnya.

Masjid Raya Al-Jabbar menjadi objek pembelajaran penting dalam memahami arsitektur publik berskala besar, simbolisme desain, serta pendekatan arsitektur kontemporer yang memadukan teknologi, estetika, dan konteks lokal.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga terlatih untuk berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap karya arsitektur. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengaitkan teori, praktik, dan realitas lapangan secara utuh.

Pengalaman lapangan ini diharapkan mampu:

  • meningkatkan kreativitas dan inovasi desain,
  • memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional,
  • memperluas wawasan arsitektur berkelanjutan,
  • membangun jejaring awal dengan dunia industri dan praktisi.

Penyelenggaraan Architecture Goes to Bandung menegaskan komitmen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia nyata. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Informasi lengkap mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
🔗 https://ars.iti.ac.id/

Coloring the Future 2025: Kolaborasi Inspiratif Program Studi Arsitektur ITI dan Avian Brands

Coloring the Future 2025 Program Studi Arsitektur ITI dan Avian Brands

Coloring the Future 2025 merupakan kegiatan Campus Roadshow hasil kolaborasi antara Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) dengan Avian Brands yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Mei 2025, bertempat di Kampus ITI, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif edukatif Avian Brands dalam memperkenalkan dunia pewarnaan, inovasi produk cat, serta penerapannya dalam desain arsitektur kepada kalangan akademisi, khususnya mahasiswa arsitektur.

Melalui Coloring the Future 2025, mahasiswa Arsitektur ITI memperoleh wawasan aplikatif mengenai peran warna dalam membentuk kualitas ruang, estetika bangunan, serta nilai fungsional dan keberlanjutan desain arsitektur.

Coloring the Future 2025 sebagai Kolaborasi Dunia Industri dan Akademik

Kegiatan Coloring the Future 2025 mencerminkan sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan industri bahan bangunan. Program Studi Arsitektur ITI secara konsisten mendorong kolaborasi dengan mitra industri guna menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri arsitektur.

Kolaborasi ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
🔗 https://kemdiktisaintek.go.id/

Dalam pelaksanaan Coloring the Future 2025, kegiatan menghadirkan dua narasumber profesional dari Avian Brands, yaitu:

  • Ibu Mely Yanti, Marketing Manager Premium Paint Series Avian Brands
  • Ibu Ellen Yovita, Marketing Manager Medium Paint Series Avian Brands

Keduanya menyampaikan materi komprehensif mengenai strategi pemasaran produk cat, pengenalan jenis dan karakteristik cat unggulan, serta penerapan warna dalam konteks desain arsitektur dan industri kreatif.

Melalui pemaparan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa pemilihan warna dan material tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan fungsi ruang, psikologi pengguna, serta nilai ekonomi dan keberlanjutan bangunan.

Kegiatan Coloring the Future 2025 dirancang secara interaktif untuk meningkatkan partisipasi dan pengalaman belajar mahasiswa. Rangkaian acara meliputi:

  • Sesi talkshow inspiratif bersama praktisi industri
  • Painting experience untuk mengenal langsung karakteristik produk cat
  • Mini games edukatif dan interaktif
  • Sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber

Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) kepada mahasiswa dalam mengenal produk cat berkualitas serta aplikasinya dalam dunia desain arsitektur.

Melalui Coloring the Future 2025, mahasiswa Arsitektur ITI memperoleh nilai tambah berupa wawasan praktis yang melengkapi pembelajaran teoritis di kelas. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap pemilihan warna, material, dan produk finishing dalam proses perancangan arsitektur.

Dampak positif yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:

  • peningkatan pemahaman tentang warna dan material bangunan,
  • penguatan kompetensi desain arsitektur berbasis industri,
  • kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional,
  • penguatan kreativitas dan inovasi dalam perancangan ruang.

Partisipasi aktif Program Studi Arsitektur ITI dalam Coloring the Future 2025 menegaskan komitmen institusi dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan industri arsitektur dan konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra industri sebagai bagian dari penguatan Outcome-Based Education (OBE) serta peningkatan kualitas lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
🔗 https://ars.iti.ac.id/

Tentang Avian Brands

Avian Brands merupakan salah satu produsen cat terkemuka di Indonesia yang secara konsisten mendukung kegiatan edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang desain dan arsitektur.

🔗 Situs resmi Avian Brands:
https://avianbrands.com/

Magang MBKM Prodi Arsitektur ITI Periode Genap 2024-2025

✨Halooo mahasiswa Arsitektur ITI ✨

Telah dibuka program Magang MBKM Prodi Arsitektur ITI yang berkolaborasi dengan beberapa mitra Industri.
✅PT Sarana Anugerah Perdana
✅Casani Studio

Teman teman bisa memperoleh konversi nilai sebanyak 20 SKS pada periode semester Genap 2024 / 2025

Bagi yang berminat mendaftar, silahkan melakukan pendaftaran pada link berikut :
https://forms.gle/4kK7wCcgLEuhkYFv7
atau datang ke sekretariat prodi arsitektur.

Pendaftaran ditutup pada 21 Februari 2025.

Salam,
Arsitektur

Gedung Pintar: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Arsitektur ITI ke Pusat Riset Energi BRIN

Gedung Pintar Mahasiswa Arsitektur ITI di Pusat Riset Energi BRIN

Gedung Pintar menjadi fokus utama kunjungan studi Mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) ke Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi (PRKKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin, 9 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Program Studi Arsitektur ITI.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep bangunan cerdas serta bagaimana berbagai sistem teknologi bekerja secara terintegrasi untuk menciptakan ruang dalam yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

Gedung Pintar dalam Perspektif Arsitektur Berkelanjutan

Dalam konteks arsitektur berkelanjutan, gedung berbasis teknologi cerdas dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta meminimalkan dampak lingkungan. Konsep ini sejalan dengan kebijakan efisiensi energi nasional yang dikembangkan melalui riset dan inovasi.

Sebagai lembaga riset nasional, BRIN berperan aktif dalam pengembangan teknologi bangunan dan konservasi energi di Indonesia.

Kegiatan kunjungan studi ini disusun secara sistematis agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam tiga sesi utama.

Sesi pertama, mahasiswa mendapatkan penjelasan teori mengenai konsep bangunan cerdas, prinsip kerja sistem energi, serta penerapan teknologi dalam bangunan modern.

Sesi kedua, mahasiswa melakukan pengamatan langsung di ruang kontrol untuk memahami sistem monitoring dan pengelolaan energi bangunan.

Sesi ketiga, mahasiswa memperoleh penjelasan mendalam mengenai berbagai komponen sistem, seperti sensor, aktuator, dan sistem otomasi bangunan yang digunakan dalam riset konservasi energi.

Kegiatan ini mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di lingkungan Institut Teknologi Indonesia

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan praktik nyata, khususnya dalam perancangan bangunan yang responsif terhadap isu energi dan keberlanjutan.

Melalui kunjungan ke PRKKE BRIN, mahasiswa memperoleh wawasan lintas disiplin yang mengintegrasikan desain arsitektur, sistem energi, dan teknologi bangunan. Pemahaman ini sangat bermanfaat dalam pengerjaan tugas studio, riset akademik, serta persiapan menghadapi dunia profesional.

Pengalaman belajar langsung di pusat riset juga memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran arsitek dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan transformasi teknologi di sektor konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI secara konsisten menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan industri dan riset nasional. Kolaborasi dengan lembaga seperti BRIN menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan serta penguatan jejaring institusional.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Program Studi Arsitektur ITI dalam mencetak arsitek yang adaptif, berwawasan teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Translate »