Gedung Pintar: Kunjungan Inspiratif Mahasiswa Arsitektur ITI ke Pusat Riset Energi BRIN

Gedung Pintar Mahasiswa Arsitektur ITI di Pusat Riset Energi BRIN

Gedung Pintar menjadi fokus utama kunjungan studi Mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) ke Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi (PRKKE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin, 9 Desember 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Program Studi Arsitektur ITI.

Kunjungan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep bangunan cerdas serta bagaimana berbagai sistem teknologi bekerja secara terintegrasi untuk menciptakan ruang dalam yang efisien, nyaman, dan berkelanjutan.

Gedung Pintar dalam Perspektif Arsitektur Berkelanjutan

Dalam konteks arsitektur berkelanjutan, gedung berbasis teknologi cerdas dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan kenyamanan pengguna, serta meminimalkan dampak lingkungan. Konsep ini sejalan dengan kebijakan efisiensi energi nasional yang dikembangkan melalui riset dan inovasi.

Sebagai lembaga riset nasional, BRIN berperan aktif dalam pengembangan teknologi bangunan dan konservasi energi di Indonesia.

Kegiatan kunjungan studi ini disusun secara sistematis agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang komprehensif. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam tiga sesi utama.

Sesi pertama, mahasiswa mendapatkan penjelasan teori mengenai konsep bangunan cerdas, prinsip kerja sistem energi, serta penerapan teknologi dalam bangunan modern.

Sesi kedua, mahasiswa melakukan pengamatan langsung di ruang kontrol untuk memahami sistem monitoring dan pengelolaan energi bangunan.

Sesi ketiga, mahasiswa memperoleh penjelasan mendalam mengenai berbagai komponen sistem, seperti sensor, aktuator, dan sistem otomasi bangunan yang digunakan dalam riset konservasi energi.

Kegiatan ini mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di lingkungan Institut Teknologi Indonesia

Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan praktik nyata, khususnya dalam perancangan bangunan yang responsif terhadap isu energi dan keberlanjutan.

Melalui kunjungan ke PRKKE BRIN, mahasiswa memperoleh wawasan lintas disiplin yang mengintegrasikan desain arsitektur, sistem energi, dan teknologi bangunan. Pemahaman ini sangat bermanfaat dalam pengerjaan tugas studio, riset akademik, serta persiapan menghadapi dunia profesional.

Pengalaman belajar langsung di pusat riset juga memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran arsitek dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan transformasi teknologi di sektor konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI secara konsisten menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan industri dan riset nasional. Kolaborasi dengan lembaga seperti BRIN menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan serta penguatan jejaring institusional.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Program Studi Arsitektur ITI dalam mencetak arsitek yang adaptif, berwawasan teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI: 1 Hari Berharga di PT Muliaglass

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI ke PT Muliaglass Perkuat Pemahaman Material Bangunan

Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI ke PT MuliaglassStudi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur ITI dilaksanakan melalui kunjungan industri ke PT Muliaglass pada Jumat, 29 November 2024. Kegiatan akademik ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) guna memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap material bangunan serta aplikasinya dalam praktik perancangan arsitektur. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pembimbing, Jerrino Soedarno, MEP.Arch.

Melalui kegiatan studi ekskursi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis yang selama ini dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan industri manufaktur material bangunan. Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan ini sejalan dengan penerapan Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran nyata, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Informasi mengenai kegiatan akademik dan kurikulum dapat diakses melalui laman resmi https://ars.iti.ac.id/

Dalam pendidikan arsitektur, pemahaman terhadap material bangunan merupakan kompetensi dasar yang sangat penting. Material tidak hanya berperan sebagai elemen konstruksi, tetapi juga memengaruhi kualitas ruang, estetika bangunan, efisiensi energi, serta keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, studi ekskursi mahasiswa arsitektur ITI dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk menjembatani teori dan praktik.

Melalui kunjungan ke PT Muliaglass, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung berbagai jenis material yang umum digunakan dalam dunia arsitektur modern, khususnya float glass, glassblock, dan keramik. Material-material tersebut memiliki peran strategis dalam desain fasad, pencahayaan alami, serta pembentukan karakter visual bangunan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diajak untuk menyaksikan secara langsung tahapan proses produksi material bangunan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses manufaktur, hingga produk akhir siap digunakan. Penjelasan yang disampaikan oleh pihak industri memberikan gambaran komprehensif mengenai standar kualitas, teknologi produksi, serta sistem pengendalian mutu yang diterapkan.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai aspek keselamatan kerja dan efisiensi produksi dalam industri material bangunan. Interaksi langsung dengan tenaga profesional di PT Muliaglass memungkinkan mahasiswa memahami tantangan nyata yang dihadapi industri, sekaligus melihat bagaimana inovasi teknologi diterapkan untuk menjaga kualitas produk.

Profil perusahaan dan informasi produk PT Muliaglass dapat diakses melalui
https://www.muliaglass.com/

Kegiatan studi ekskursi mahasiswa arsitektur ITI memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di studio perancangan. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik material memungkinkan mahasiswa menghasilkan desain yang lebih realistis, aplikatif, dan sesuai dengan standar industri.

Menurut dosen pendamping, kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dalam mengembangkan karya arsitektur. “Semoga kunjungan ini dapat membuka cakrawala dan memberi dimensi baru bagi mahasiswa dalam tugas studio dan nantinya dalam berkarya sebagai profesi arsitek,” ujar Jerrino Soedarno, MEP.Arch.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dilatih untuk berpikir kritis dalam memilih material yang sesuai dengan konsep desain, konteks lingkungan, serta kebutuhan pengguna bangunan.

Studi ekskursi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana keputusan desain arsitektur harus mempertimbangkan ketersediaan material, metode produksi, efisiensi biaya, serta keberlanjutan.

Pengalaman belajar di lingkungan industri membantu mahasiswa memahami bahwa peran arsitek tidak hanya terbatas pada aspek desain, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap proses produksi material dan kolaborasi lintas disiplin dengan pelaku industri konstruksi.

Kegiatan ini mendukung capaian pembelajaran lulusan yang ditetapkan oleh Institut Teknologi Indonesia.

Melalui studi ekskursi, mahasiswa mengembangkan kemampuan observasi, analisis material, komunikasi profesional, serta pemahaman kontekstual yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja. Pengalaman ini juga memperkuat kesiapan mahasiswa untuk beradaptasi dengan dinamika industri arsitektur dan konstruksi.

Program Studi Arsitektur ITI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan industri. Studi ekskursi ke PT Muliaglass merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta daya saing lulusan.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran yang memperkaya wawasan mahasiswa dan mendorong lahirnya arsitek muda yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pada kualitas serta keberlanjutan.

Ngopisore 14.0: Jelajahi Desain Karya Arsitektur Gedung Laboratorium Putar

Ngopi Sore adalah kegiatan ngobrol santai bercerita tentang pengalaman sambil memetik ilmu dan menikmati hidangan kopi sore. Pada kesempatan Ngopi Sore 14.0 kali ini menjelajahi desain khusus karya arsitektur Gedung Laboratorium Putar dan sekaligus melihat kegiatan riset material kulit bangunan yang sedang berlangsung di Laboratorium Putar Kulit Bangunan.

Sabtu, 28 September 2024, rekan-rekan mahasiswa dan dosen arsitektur dari berbagai universitas seperti Universitas Matana, Universitas Faletehan dan Universitas Multimedia Nusantara serta alumni lintas angkatan berkumpul di Kampus Institut Teknologi Indonesia (ITI).

Bukan sekadar ngopi sore biasa, mereka mengikuti acara Ngopisore 14.0 “DRAG OUT THE FACT OF BUILDING ENVELOPE” untuk mengungkap fakta yang secara lugas disampaikan oleh pemateri tentang pentingnya pemilihan bahan dan konstruksi kulit bangunan yang tepat untuk desain bangunan yang hemat energi.

Acara yang digagas oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten bekerja sama dengan Prodi Arsitektur ITI ini menghadirkan Jerrino Soedarno, seorang arsitek berpengalaman sekaligus dosen dan peneliti Prodi Arsitektur ITI, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Jerrino menekankan bahwa pemilihan bahan bangunan yang tepat merupakan kunci untuk mencapai efisiensi energi pada bangunan gedung, mereduksi emisi gas rumah kaca dan pemanasan global.

“Kulit bangunan atau building envelope memiliki peran yang sangat krusial dalam mengatur suhu di dalam ruangan,” ujar Jerrino. “Dengan memilih bahan yang memiliki sifat isolasi termal yang baik, kita dapat mengurangi kehilangan atau penambahan panas yang tidak diinginkan, sehingga penggunaan pendingin ruangan atau pemanas ruangan dapat lebih optimal.”

Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak untuk melakukan tur ke Bangunan Gedung Laboratorium Putar Prodi Arsitektur ITI, sebuah fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari perilaku termal berbagai jenis bahan bangunan. Di sini, para peserta dapat melihat secara langsung bagaimana pengaruh gelombang elektromagnetik radiasi matahari berinteraksi dengan berbagai macam material dimana pada akhirnya akan mempengaruhi suhu di dalam ruangan.

Dengan memahami hal ini, diharapkan dapat menginspirasi para generasi muda arsitek untuk membangun kreativitas dan inovasi baru dalam mencari solusi rancang bangun yang lebih aplikatif terhadap kenyamanan, konservasi dan efisiensi energi.

PKKMB Arsitektur ITI 2024

Tangerang Selatan, 12 September 2024 – Suasana penuh semangat menyelimuti ruang Audio Visual Prodi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) hari ini. Sebanyak 20 mahasiswa baru Prodi Arsitektur resmi dikenalkan dengan lingkungan kampus. Kegiatan PKKMB yang berlangsung hari ini diisi dengan berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari perkenalan dosen pengajar, penjelasan tentang prodi arsitektur, pengenalan himpunan mahasiswa arsitektur, serta kunjungan ke berbagai fasilitas penunjang studi seperti laboratorium fisika bangunan dan studio desain.

Sebagai Prodi yang berfokus pada arsitektur tropis, Prodi Arsitektur ITI ingin mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu arsitektur, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan inovasi di bidang arsitektur yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan slogan prodi, “The Technopreneur of Tropical Architecture Wisdom“.

“Kami berharap kegiatan PKKMB ini dapat memberikan gambaran yang jelas kepada mahasiswa baru tentang apa yang akan mereka pelajari selama kuliah di Prodi Arsitektur ITI,” ujar Ibu Ir. Estuti Rochimah, ST, M.Sc. selaku Kepala Program Studi Arsitektur ITI.

Prodi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia Pamerkan Inovasi Puzzle Kayu Rumah Suku Baduy di Galeri PTJJ 2024

Institut Teknologi Indonesia kembali mencuri perhatian dalam ajang Galeri PTJJ 2024 yang digelar di UTCC pada 11 September. Prodi Arsitektur turut serta dengan memamerkan inovasi terbaru mereka, yaitu puzzle kayu arsitektur rumah suku Baduy. Karya unik ini tidak hanya mengagumkan pengunjung, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat dipadukan dengan nilai-nilai budaya untuk menciptakan produk edukatif yang menarik.
“Puzzle kayu rumah suku Baduy ini tidak hanya sekadar mainan, tetapi juga merupakan alat edukasi yang menyenangkan untuk mempelajari arsitektur tradisional Indonesia,” ujar Intan Findanavy Ridzqo, ST, M.Ars, Dosen Prodi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia.
Melalui tema “Technology to Connect Quality Education and Bright Career“, Galeri PTJJ 2024 berhasil menyoroti pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam era pembelajaran jarak jauh.

Translate »