HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

HMA ITI Perkuat Sinergi: Rapat Program Kerja Strategis Bersama Pembina Himpunan

TANGERANG SELATAN – Dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan kampus merupakan salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan profesionalisme calon arsitek. Pada 5 Februari 2026, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) [tautan mencurigakan telah dihapus] melaksanakan rapat program kerja bersama pembina himpunan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan dan pemantapan agenda kegiatan kemahasiswaan pada periode kepengurusan berjalan.

Rapat koordinasi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan visi antara pengurus HMA dan pembina himpunan. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan setiap agenda yang dijalankan memiliki dampak yang terukur bagi pengembangan diri mahasiswa dan nama baik institusi.

Fokus Utama: Akademik, Soft Skills, dan Pengabdian

Dalam suasana yang dialogis dan konstruktif, pengurus HMA memaparkan rancangan kegiatan yang mencakup berbagai aspek fundamental dalam Architecture Education. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  1. Penguatan Akademik: Penyelenggaraan workshop perangkat lunak arsitektur, diskusi bedah karya, dan pelatihan sketsa lapangan yang menunjang kurikulum utama.

  2. Pengembangan Minat dan Bakat: Fasilitasi bagi mahasiswa untuk mengikuti kompetisi arsitektur nasional maupun internasional, serta pameran karya rutin.

  3. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM): Implementasi ilmu arsitektur dalam membantu permasalahan lingkungan sekitar, sejalan dengan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  4. Karakter dan Kepemimpinan: Pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan guna mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja profesional.

Pembina himpunan dalam arahannya menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Program kerja yang disusun tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus memiliki nilai keberlanjutan (sustainability) agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lintas generasi mahasiswa.

Pentingnya Manajemen Organisasi bagi Calon Arsitek

Mengapa manajemen organisasi sangat penting bagi mahasiswa arsitektur? Di dunia profesional, seorang arsitek tidak hanya dituntut mahir dalam mendesain, tetapi juga harus memiliki kemampuan Project Management yang baik, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim yang solid.

Melalui himpunan mahasiswa, calon arsitek belajar bagaimana mengelola sumber daya, mengatur waktu di antara kesibukan studio, serta bernegosiasi dengan berbagai pihak. Pengalaman inilah yang nantinya menjadi nilai tambah (value-added) saat mereka memasuki industri jasa konstruksi dan perancangan.

Adaptabilitas dan Kolaborasi di Era Digital

Rapat ini juga menyoroti pentingnya sifat adaptif dalam berorganisasi. HMA ITI berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam setiap publikasi dan pelaksanaan program kerjanya. Kolaborasi dengan pihak eksternal, baik itu ikatan alumni maupun asosiasi profesi seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), menjadi salah satu poin evaluasi yang diberikan oleh pembina.

Sinergi antara mahasiswa dan pembina memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berada pada koridor akademik yang tepat. “Setiap program kerja harus mampu menjadi wadah pembelajaran organisasi yang meningkatkan kapasitas mahasiswa secara komprehensif”.

Membangun Atmosfer Akademik yang Positif

Kegiatan rapat program kerja ini menegaskan komitmen Arsitektur ITI untuk terus berperan aktif sebagai organisasi kemahasiswaan yang bertanggung jawab. Dengan atmosfer akademik yang positif, mahasiswa akan lebih termotivasi untuk berprestasi dan berinovasi.

Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus HMA ITI menyepakati poin-poin perbaikan yang diberikan. Langkah selanjutnya adalah implementasi nyata dari agenda yang telah disahkan, dengan harapan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu arsitektur dan kemajuan lingkungan kampus Institut Teknologi Indonesia.

Architecture Goes to Bandung 2025: Program Inspiratif Eksplorasi Arsitektur ITI

Architecture Goes to Bandung merupakan kegiatan akademik lapangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2025, sebagai bagian dari program pengayaan pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap desain, teknologi konstruksi, dan praktik profesional arsitektur secara langsung di lapangan.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI mendapatkan pengalaman kontekstual yang tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis, tetapi juga meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu arsitektur kontemporer, teknologi material, dan karya arsitektur ikonik di perkotaan.

Architecture Goes to Bandung sebagai Pembelajaran Berbasis Pengalaman

Kegiatan Architecture Goes to Bandung dirancang sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung penerapan Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan Program Studi Arsitektur ITI. Mahasiswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di ruang kelas diterapkan dalam konteks nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan tinggi yang mendorong penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual dan aplikatif sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
🔗 https://kemdiktisaintek.go.id/

Rangkaian Architecture Goes to Bandung diawali dengan kunjungan ke PT Beton Elemenindo Putra, sebuah perusahaan manufaktur material konstruksi yang memproduksi B-panel. Pada kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai proses produksi, karakteristik material, serta keunggulan sistem konstruksi pracetak dalam mendukung efisiensi pembangunan.

Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa Arsitektur ITI memahami bagaimana pemilihan material berpengaruh terhadap aspek struktural, biaya konstruksi, waktu pelaksanaan, serta keberlanjutan bangunan.

Destinasi berikutnya dalam agenda Architecture Goes to Bandung adalah Studio Akanoma, salah satu biro arsitektur yang dikenal dengan pendekatan desain kontekstual dan eksploratif. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai proses perancangan arsitektur dari tahap konsep hingga realisasi.

Mahasiswa berkesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi arsitek mengenai filosofi desain, dinamika klien, tantangan proyek, serta realitas praktik profesional. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja arsitektur.

Puncak kegiatan Architecture Goes to Bandung adalah kunjungan ke Masjid Raya Al-Jabbar, salah satu landmark arsitektur modern di Jawa Barat. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap aspek desain, struktur, sistem bangunan, serta integrasi masjid dengan lingkungan sekitarnya.

Masjid Raya Al-Jabbar menjadi objek pembelajaran penting dalam memahami arsitektur publik berskala besar, simbolisme desain, serta pendekatan arsitektur kontemporer yang memadukan teknologi, estetika, dan konteks lokal.

Melalui Architecture Goes to Bandung, mahasiswa Arsitektur ITI tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga terlatih untuk berpikir kritis, analitis, dan reflektif terhadap karya arsitektur. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengaitkan teori, praktik, dan realitas lapangan secara utuh.

Pengalaman lapangan ini diharapkan mampu:

  • meningkatkan kreativitas dan inovasi desain,
  • memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional,
  • memperluas wawasan arsitektur berkelanjutan,
  • membangun jejaring awal dengan dunia industri dan praktisi.

Penyelenggaraan Architecture Goes to Bandung menegaskan komitmen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia nyata. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Informasi lengkap mengenai Program Studi Arsitektur ITI dapat diakses melalui:
🔗 https://ars.iti.ac.id/

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti ITI Raih Penghargaan Booth Terbaik di IndoBuildTech Expo 2024

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti Institut Teknologi Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi exhibitor dan berhasil meraih penghargaan terbaik pertama kategori “University Best Booth” di ajang IndoBuildTech Expo 2024. IndoBuildTech Expo merupakan pameran tahunan terkemuka sektor building material dan interior di Indonesia. Acara tersebut diadakan pada tanggal 12 Juni hingga 16 Juni 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.

Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi mahasiswa arsitektur melalui karya-karya kreatifnya, khususnya mahasiswa Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Indonesia.

Selamat dan Sukses kepada Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti ITI atas diraihnya Hibah PPK Ormawa 2024

Himpunan Mahasiswa Arsitektur Vhadyaswasti Institut Teknologi Indonesia mendapatkan bantuan hibah  Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada program Kemendikbud Ristek 2024 dengan judul “Pengoptimalan Konsep Smart Farming Bagi Petani Ikan Bojong Indah, Parung, Bogor, Jawa Barat.”  dengan besaran dana  hibah senilai Rp. 34,000,000,- . Implementasi program ini akan dimulai pada bulan Juli hingga bulan November 2024.

(PPK Ormawa) merupakan program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kinerja perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas Ormawa agar mampu menjadi Organisasi Kemahasiswaan yang kompeten, modern, berkarakter dan cinta tanah air.

Dengan adanya bantuan PPK Ormawa ini diharapkan dapat membantu masyarakat dengan profesi petani ikan Desa Bojong Indah untuk bisa mengoptimalkan smart farming di desa tujuan. 

Peserta PPK Ormawa terdiri dari 15 mahasiswa prodi arsitektur dari angkatan 2021 dan 2022. Kegiatan ini menunjang capaian IKU Universitas karena mahasiswa melakukan kegiatan diluar kampus dan dapat dikonversikan menjadi kegiatan MBKM pada semester Ganjil 2024/2025 mendatang.

Translate »